MAKASSAR, BKM — Rabu (11/12), sebuah rumah di Jalan Sapiria dikepung polisi. Mereka adalah personel tim gabungan Resmob Polsek Ujungpandang dipimpin Kanit Reksrim Iptu Edy Gunawan, didampingi Panit II Aiptu Syawaluddin diback up tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar dikomandani Iptu Bayu Eka.
Dari balik pintu keluarlah dua orang pria dengan tangan terborgol. Mereka adalah Pudding Daeng Kulle (55), dan Supriadi alias Aco. Keduanya merupakan ayah dan anaknya. Dari tangan mereka petugas mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau kecil.
Selanjutnya, Pudding dan putranya digelandang ke Mapolsek Ujungpandang. Mereka dihadapkan dengan laporan No. LP/SekUP/Restabes Makassar 10 Desember 2019 dalam tindak pidana penganiayaan berat (anirat).
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengungkapkan, ayah dan anaknya itu ditangkap lantaran menikam Sangkala, seorang petugas siskamling di Jalan Manggis pada hari Selasa (10/12). Saat ini korban masih terbaring di Rumah Sakit Bhayangkara. Ia menderita tujuh tusukan pada bagian pinggang dan perut.
Berdasarkan laporan korban, petugas kemudian turun melakukan penyelidikan. Hasilnya, keberadaan keduanya terindentifikasi.
Yang lebih dahulu diamankan adalah Aco. Ia tengah bersembunyi di sebuah rumah Jalan Lagaligo. Dalam pemeriksaan, Aco mengakui perbuatannya yang mengeroyok korban.
Aco tak sendirian. Melainkan bersama ayahnya, yang disebutkan tengah bersembunyi di Kampung Sapiria. Dari pengakuan Aco, tim gabungan kemudian menggiringnya untuk menunjukkan persembunyian ayahnya bernama Pudding.
”Saat petugas datang, Pudding sementara tidur. Dia berhasil diamankan. Sebilah pisau diamankan,” ujar Indratmoko, kemarin.
Hasil pemeriksaan polisi, keduanya menjelaskan kronologis kejadian. Saat itu mereka mendatangi Sangkala yang sementara ngopi di pos ronda. Keduanya langsung menyerang korban dengan pisau.
Senjata tajam itu mengenai wajah korban. Aco kemudian membekap Sangkala. Pudding kembali menyerang korban dengan menikam bagian ketiak.
Sangkala sempat melakukan perlawanan, namun tak berdaya. Ia kembali mendapat tikaman di bagian punggung. Korban pun jatuh bersimbah darah.
Usai melakukan aksinya, keduanya langsung melarikan diri. Mereka meninggalkan barang bukti sebilah pisau.
Pudding menuturkan, ia mengeroyok dan menyerang Sangkala karena menaruh curiga pria tersebut telah mengganggu anak perempuannya. Sementara versi korban, pengeroyokan dipicu ketersinggungan. Ia sebelumnya pernah menegur pelaku yang tinggal di lahan milik orang lain untuk segera mengosongkan.
“Pelaku tak terima ditegur oleh korban. Padahal menurut korban, itu hanya saran karena lahan yang ditinggali pelaku milik orang lain. Dari situ menurut korban yang jadi pemicunya,” ungkap Indratmoko. (ish/rus)
Ayah dan Anak Tikam Petugas Siskamling
