BULUKUMBA, BKM — Ratusan nelayan Bontobahari menggelar aksi demostrasi di lokasi Pertamina Solar packed dealer nelayan (SPDN), di PPI Bontobahari. Aksi digelar sebagai bentuk protes atas terjadinya kelangkaan solar dalam beberapa waktu terakhir.
Akibatnya, mengakibatkan nelayan tak dapat melaut.
Koordinator Aksi, Amin Lahaseng dalam orasinya mendesak agar pengelola SPDN bertanggungjawab atas kelangkaan solar. Pihaknya menduga solar yang diperuntukan untuk nelayan dijual ke pengusaha dan pengecer.
“Kalau sampai masih ada kasus penjualan solar diluar dari peruntukan dan bukan nelayan yang mendapat kita akan kembali dalam jumlah massa lebih besar dan menyegel SPDN ini,”tegasnya. Kamis (12/12)
Imran salah satu nelayan juga menyampaikan kalau selama ini nelayan menduga terjadi permainan antara pihak pengelola SPDN dengan oknum pengusaha dan pengecer.
“Indikasi itu dikuatkan lantaran solar yang cepat habis. Masa baru jam 7 atau jam 8 solar sudah habis, berarti pada mala atau dini hari sudah dipompa itu solar dan dijual ke bukan nelayan,”terangnya.
Agar kedepan tak ada permainan dalam penjualan solar untuk nelayan, pihak kepolisian diminta untuk setiap saat melakukan pengawasan di area SPDN dan SPBU. “Karena banyak pengusaha atau pengecer berkedok nelayan. Bukan nelayan asli yang diberikan solar, kami curiga juga jangan sampai ada rekomendasi nelayan yang di palsukan, ini harus diusut,”pintanya.
Pengelola SPDN Bontobahari, Salmawati Syam dihadapan para nelayan, membantah sejumlah tudingan para nelayan.
“Kami tidak menjual solar diluar dari nelayan, kami tahu orangnya dan tahu kapalnya dan tidak ada itu penjualan pada malam hari,”katanya.
Pihaknya mengaku siap memenuhi sejumlah tuntutan nelayan yakni akan memberikan jatah solar nelayan sesuai aturan yang berlaku dan dengan didasari rekomendasi atau keterangan nelayan. (min/D)
