Site icon Berita Kota Makassar

Menunggu Hasil Labfor untuk Pastikan Kehamilan

MAKASSAR, BKM — Sebuah rumah di Kompleks Perumahan Citra Elok, Jalan Tamangapa, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar. Di pintu masuk terbentang garis polisi. Tidak sembarang orang diperbolehkan masuk. Hanya orang yang tinggal di dalam dan petugas keamanan.
Di jalanan depan rumah tampak ramai. Baik orang tua maupun anak-anak. Mereka menyaksikan proses apa lagi yang tengah berlangsung.
Di rumah bercat oranye itulah, pada Jumat (13/12) lalu terjadi peristiwa pembunuhan. Korbannya adalah seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bernama Asmaul Husna. Wanita usia 24 tahun itu meregang nyawa di tangan kekasihnya Ridhoyatul Khaer, juga mahasiswa UIN Makassar.
Wanita malang itu kini telah terbaring abadi di pekuburan kampung halamannya di Kabupaten Soppeng. Sementara sang kekasih yang melakukan pembunuhan mendekam di sel tahanan Polsek Manggala.
BKM datang ke lokasi kejadian, Senin (16/12). Diperoleh informasi bahwa di rumah yang menjadi tempat pembunuhan, almarhumah tinggal bersama tiga sepupunya yang juga berstatus mahasiswa UIN. Satu sepupunya yang lain, yakni Satriani (27) merupakan karyawan swasta. Rumah tersebut milik om almarhumah yang tinggal di kampung.
”Dia (almarhumah) baik orangnya. Juga ceria. Pacarnya pernah datang, tapi sebatas di ruang tamu saja. Itu pun bisa dihitung jari kedatangannya. Kalau datang tidak pernah lama-lama,” tutur Satriani, kemarin.
BKM juga menemui rekan almarhumah di kampus UIN Alauddin, Makassar. Tepatnya di jurusan akutansi. Asmaul Husna tercatat sebagai mahasiswi angkatan 2016.
Duka yang mendalam sangat dirasakan oleh para sahabatnya. Salah satunya Maulida Hasanah (21). Dalam tiga tahun terakhir ia begitu dekat dengan almarhumah. Bahkan sudah merintis usaha bersama.
Kepergian Aul –sapaan akrab Asmaul Husna oleh teman dan sabahatnya– begitu membekas. Tak ada yang menyangka jika ia akan mengalami peristiwa tersebut. Karena sebelumnya Maulida dan dua teman lainnya sudah janjian untuk bertemu di kampus guna mengikuti seminar pemasaran digital.
“Saya juga kurang tahu (hubungan) bagaimana dengan itu (pacarnya). Karena kalau kita tanya, dia (Aul) jawab biasaji. Tapi sering memang diantar jemput. Saya ketemu hari Jumat karena memang masih ada kuliah,” ujar Maulida, kemarin.
Hingga kini, Maulida dan temannya yang lain masih tidak menyangka jika sosok sahabatnya itu sudah pergi untuk selama-lamanya. Raut kesedihan masih ditunjukkannya kala bercerita tentang sosok almarhumah.
Dalam jejaring media sosial miliknya, almarhumah Aul juga menuliskan tentang arti persahabatan baginya. Menurutnya, capaian terbesarnya selama ini bukan tentang seberapa banyak piala dimenangkannya. Bukan pula tentang seberapa banyak sertifikat yang ia kumpulkan. Juga bukan tentang seberapa banyak rupiah yang dirinya peroleh. Bukan seberapa tinggi IPK yang didapat. Tapi, capaian terbesarnya adalah teman-temannya, manusia-manusia kuat yang mampu bertahan dengannya.
“Dia memang paling mengerti dan pengertian di antara kami. Dia orangnya pintar. Tidak banyak bicara, lebih banyak bekerja. Dia juga orang yang berusaha mandiri. Makanya, saya membuat usaha keripik bersama. Dia juga buka usaha desain art. Orangnya memang pintar menulis,” ungkap Maulida.
Teman lainnya. Andi Nurul Khaeranasri (21) juga mengungkapkan hal yang sama mengenai sosok Aul. Selama ini ia mengenal almarhumah sebagai sosok orang sering bercanda dan kreatif.
“Tidak pernah cerita kalau ada masalahnya, karena sering bercanda kalau sama-samaki. Aktif sekali juga orangnya dan ikut organisasi. Juga sering minta saran untuk desain-desain. Kemarin dapat kabarnya begitu (meninggal karena dibunuh) tidak ada yang percaya, karena masih kita lihatki kemarin ke kampus,” tuturnya yang tak bisa menyembunyikan kesedihan.
Kapolsek Manggala Kompol Hasniati, belum bisa memastikan apakah korban hamil ketika pembunuhan terjadi. ”Untuk sementara, berdasarkan pengakuan tersangka, motifnya karena cekcok. Hal itu dipicu pengakuan korban kalau dia tengah hamil. Kami masih melakukan penyelidikan. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor Polda Sulsel,” ujar Kompol Hasniati. (jun-ita/rus)

Exit mobile version