Site icon Berita Kota Makassar

Pemkab Gowa Keluarkan Perbup HET LPG 3 Kg

GOWA, BKM — Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga LPG (elpiji) 3 Kg khususnya jelang natal dan tahun baru 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mengeluarkan aturan penetapan HET (harga eceran tertinggi) melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 tahun 2019 tentang HET pada gas LPG 3 Kg.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muchlis, mengatakan, aturan tersebut dikeluarkan sebagai upaya pemerintah agar harga LPG 3 Kg bagi masyarakat tetap stabil. Apalagi saat memasuki natal dan tahun baru nantinya.
Selain itu, untuk memproteksi persediaan LPG 3 Kg betul-betul diperuntukkan masyarakat kurang mampu dari segi ekonomi. ”Kami berharap ketersediaan gas LPG 3 Kg yang memang disubsidi untuk masyarakat kurang mampu dapat mereka peroleh sesuai kebutuhannya. Ke depan kita akan komitmen agar seluruh ASN tidak lagi menggunakan gas bersubsidi ini dan beralih ke bright gas,” kata Sekkab Gowa usai memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM-TPID) Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae, kompleks Rujab bupati Gowa, Selasa (17/12).
Sekkab meminta agar seluruh camat dapat mengambil database terkait jumlah maupun lokasi agen maupun pangkalan di wilayahnya masing-masing. Kemudian diawasi apakah HET yang ditawarkan tidak sesuai aturan yang ditetapkan atau tidak.
”Kita pun berharap agar agen dan pangkalan melakukan transparansi bahwa dirinya adalah agen maupun pangkalan yang resmi. Termasuk dapat mengidentifikasi siapa-siapa yang dapat dan tepat mendapatkan layanan pembelian gas LPG ini,” katanya.
Ia menyebutkan, untuk HET LPG 3 Kg yang ditetapkan dalam aturan, yakni HET pada agen ke pangkalan di wilayah dataran rendah sebesar Rp16.000 per tabung. Sementara HET pada agen ke pangkalan di wilayah dataran tinggi sebesar Rp18.000 per tabung.
Terkait ketersediaan pasokan pangan dalam rangka mengendalikan inflasi jelang natal dan tahun baru, Pemkab Gowa telah melakukan berbagai upay mulai dari memastikan ketersediaan stok pangan, mengecek distribusi yang bisa memicu kenaikan harga dan lainnya.
Dikesempatan yang sama, Direktur Grup Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Endang Kurnia Saputra, menyebutkan, kondisi ekonomi Sulsel masih tetap kuat dan ini karena dipengaruhi peran seluruh pemerintah kabupaten/kota salah satunya Kabupaten Gowa.
”Kami berupaya agar peningkatan inflasi di Sulsel dapat tetap berada diangka 3,5 persen,” harapnya.
Pihaknya pun berkomitmen akan membantu Pemkab Gowa dalam mengantisipasi kenaikan harga jelang natal dan tahun baru melalui pasar murah. ”Bank Indonesia siap memberikan bantuan paket sembako untuk masyarakat dengan ekonomi berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Pada pertemuan tersebut Pemkab Gowa juga memberikan apresiasi yang tinggi melalui pemberian penghargaan kepada Bank Indonesia (BI) Perwakilan Wilayah Sulsel atas upayanya mendorong peningkatan ekonomi daerah pada sektor pertanian. (sar/mir)

Exit mobile version