Site icon Berita Kota Makassar

”Saya Pulang Takziah, Ada Berteriak Kebakaran”

MAKASSAR, BKM — Selasa malam (18/12) pukul 22.02 Wita. Warga yang bermukim di sekitar Pasar Cidu, Jalan Tinumbu Lorong 154, Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah gaduh.
Api tengah berkobar di kawasan tempat tinggal mereka. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, belasan rumah semi permanen ludes dilalap si jago merah.
Seorang warga bernama Ramli, menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Sumbernya dari salah satu rumah kosong, lalu kemudian menjalar ke bangunan lain. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Informasi warga setempat, api yang cepat merambat ke rumah lainnya lantaran material bangunan terbuat dari kayu. Ditambah lagi angin yang bertiup kencang saat kebakaran berlangsung.
Api diduga dari rumah warga yang mengalami arus pendek listrik. Kemudian menjalar ke rumah tetangga. Sebanyak 17 unit rumah mengalami kerusakan parah akibat terbakar. Dua lainnya rusak ringan. Sebanyak 26 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 100 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya.
Ramli bersama tiga anggota keluarganya kini tak lagi punya tempat tinggal setelah rumahnya terbakar. Ia berharap segera ada bantuan untuknya dan korban lainnya.
Harapan serupa disampaikan Iwan, yang rumah beserta isinya habis dilalap api. Bersama empat jiwa anggota keluarganya, Iwan menunggu uluran tangan dari pemerintah dan bantuan dermawan guna meringankan penderitaan yang kini dialaminya.
”Yang paling dibutuhkan saat ini adalah bantuan makanan dan pakaian,” ujarnya, kemarin.
Iwan menuturkan, api berasal dari sebelah rumahnya. Rumah tersebut dalam keadaan kosong. Awalnya api muncul pada bagian atas. Selanjutnya membesar hingga melalap habis rumah lainnya.
”Saya baru pulang takziah. Tiba-tiba ada yang berteriak kebakaran. Rumah yang pertama kali terbakar itu berada samping rumah saya. Rumah kosong. Kami kemudian berusaha memadamkan api. Tapi karena apinya sudah membesar, jadi kami kewalahan,” tandasnya.
Saat kebakaran berlangsung, Iwan dan anggota keluarganya yang lagi tak lagi bisa menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Yang tersisa hanya pakaian yang dikenakannya.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan, sisa baju yang saya pakai ini saja. Tapi, Alhamdulillah seluruh keluarga selamat,” imbuhnya.
Pascakebakaran, para koban mencoba mengais di tengah puing-puing. Mereka berharap masih ada barang yang bisa dimanfaatkan.
Lurah Tabaringan Andi Syaiful, mengatakan dalam satu keluarga yang rumahnya terbakar, rerata terdiri dari 4-7 jiwa. ”Total rumah yang terbakar sebanyak 19 unit. 17 di antaranya rusak parah, dan dua rusak ringan,” ujarnya.
Kemarin, bertempat di kantor kelurahan, Syaiful menyerahkan bantuan kepada para korban. Selain bahan makanan sumbangan dari para dermawan, juga diserahkan bantuan dari Dinas Sosial Kota Makassar.
Ada pula bantuan dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, yakni paket baby kit, family kit, sarung, selimut, dan terpal. Menyusul material berupa kayu, seng, dan paku.
Dari Dinas Sosial Makassat telah membuka dapur umum. Pihak Rumah Sakit Haji bersama Puskesmas Tabaringan juga membuka posko kesehatan. Kodim 1408 BS Makassar menyalurkan bantuan beras, air gelas, dan mie instan.
”Untuk penyaluran material, kita pusatkan di kantor Kelurahan Tabaringan. Karena lebih gampang terkoordinir dan mudah pengawasannya,” ungkap Andi Syaiful. (jun/rus)

Exit mobile version