MAKASSAR, BKM– Setelah cukup lama berkecimpung di dunia jurnalis serta aktivis antikorupsi, Syamsuddin Alimsyah memantapkan dirinya untuk serius maju di pemilihan kepala daerah (pilkada) Bulukumba di 2020. Ia pun menyatakan komitmennya menggunakan jalur partai politik (parpol) dalam pertarungan nantinya.
Penegasan itu bukan tanpa alasan. Karena, nama kandidat yang akrab disapa Kak Syam ini masih bertahan di enam partai yang ditempatinya mendaftar. Yakni Partai Golkar, Nasdem, PDI Perjuangan, PKS, PAN dan PKB. Sementara, sudah banyak kandidat lainnya yang sebelumnya mendaftar, saat ini tercoret dari daftar usulan.
”Kita bersyukur, karena di Partai Golkar nama Syamsuddin Alimsyah masuk dalam enam besar yang akan mengikuti fit and propert test. Begitu pula di lima partai lain, nama saya tetap masuk dalam daftar,” ungkap Syamsuddin saat berkunjung ke redaksi Harian Berita Kota Makassar di Gedung Graha Pena Lantai III, Senin siang (23/12).
Kedatangan Syamsuddin sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan awak Harian BKM. Karena direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia ini pernah menjadi wartawan di surat kabar BKM.
Dalam perbincangan yang berlangsung santai, Syam menegaskan bahwa dirinya terpanggil maju di pilkada Bulukumba tahun dpan atas dukungan penuh rakyat. Sehingga amanah dan kepercayaan yang diberikan pada dirinya akan dijaga sebaik-baiknya.
Salah satu yang menjadi materi pembahasan adalah program peningkatan ekonomi, sektor pariwisata, maupun kesejahteraan masyarakat Bulukumba secara umum. Menurutnya, semua problematika Bulukumba dapat diselesaikan hanya oleh orang yang paham dengan kondisi di daerah itu, dan dirinya adalah putra daerah.
Soal pariwisata, menurut Syam, Bulukumba sebuah daerah yang kaya destinasi wisata. Semua destinasi wisata yang ada di daerah lain dapat ditemukan ketika berpijak di Bulukumba. Plusnya, ada destinasi di Bulukumba tidak ditemukan di daerah lainnya.
“Destinasi wisata yang ada di daerah lain, sudah pasti ada di Bulukumba. Mau berbicara pantai, garis pantai daerah kami (Bulukumba) jauh lebih panjang dan bersih. Bicara gunung, ada juga. Bicara adat dan relegius pun ada. Tetapi yang ada di Bulukumba belum pasti ada di daerah lain. Artinya sentra wisata memang ada di Bulukumba,” tandas Syam.
Oleh karena itu, untuk mengembangkan potensi ekonomi yang baik sangat diperlukan inovasi baru. Apalagi pada era digital 4.0, kalangan millenial harus dilibatkan. Dan salah satu yang menjadi program adalah membentuk perusahaan daerah (perusda) pariwisata.
“Tapi yang bisa kelola ini adalah kaum millenial. Lalu tugasnya pemerintah apa? Melalui Dinas Pariwisata memberikan dukungan dengan memperhatikan fasilitas dan infrastrukturnya agar aman,” lanjutnya.
Ditanya tentang dukungan parpol yang bakal mengusungnya di pilkada mendatang, Syam menegaskan, bahwa dirinya tidak maju begitu saja.Ada bekal dan kode dari partai-partai yang diberikan padanya.
”Saya biasa ditanya, mau jadi kosong satu atau kosong dua. Saya jawab, saya sudah tanda tangani formulir untuk kosong satu. Tapi semuanya saya kembalikan kepada partai pengusung nantinya. Termasuk dengan siapa saya berpaket,” ujar Syam.
Dia pun menegaskan, di Bulukumba sudah pernah ada birokrat yang menjadi bupati. Begitu pula dengan pengusaha. ”Semoga ini menjadi sinyal bahwa akan ada wartawan dan aktivis antikorupsi yang berhasil di pilkada Bulukumba,” tandasnya.
Karenanya, Syam menyatakan komitmennya untuk menciptakan pilkada Bulukumba bersih dari mahar politik. Dirinya bergeming jika ada permintaan seperti itu. (arf/rus)
