Site icon Berita Kota Makassar

Penjual Pernak-pernik Natal Mulai Diserbu

MAKASSAR,BKM– Tinggal menghitung hari, umat kristen di seluruh dunia akan merayakan Natal dengan suka cita.
Menyambut hari kudus itu, nuansa Hari Natal cukup kental terasa di berbagai tempat umum. Mulai di mal, pusat perbelanjaan, hotel-hotel, dan sejumlah tempat lainnya. Pernak-pernik Natal menghiasi banyak tempat dan mulai diserbu pembeli. Salah satu hiasan yang paling banyak dijumpai dan selalu hadir mewarnai Natal umat kristen adalah pohon natal.
Bentuknya kebanyan mirip pohon cemara. Namun terbuat dari bahan sintetis mulai dari kertas, platik, dan bahan lainnya.
Sebulan sebelum Natal tiba, beberapa toko, termasuk di sejumlah pusat perbelanjaan menawarkan aneka pohon imitasi itu dengan berbagai ukuran.
Harganya pun bervariasi, tergantung besar kecilnya pohon. Mulai yang ratusan ribu untuk pohon Natal berukuran satu meter ke bawah hingga belasan dan puluhan juta untuk ukuran pohon Natal yang besar.
Salah seorang karyawan sebuah gerai yang menjual aneka pohon Natal di Mal Panakkukang, Muh Rais, sebulan menjelang Natal, pembeli sudah mulai mencari. Biasanya, pohon Natal yang dibeli, selain dikondisikan dengan kemampuan kantong, juga disesuaikan dengan besar kecilnya ruangan yang akan ditempati.
Rata-rata, pohon-pohon Natal tersebut didatangkan dari Jawa dan dijual kembali di Makassar.
“Setahu saya, belum ada yang produksi dari sini. Semua dikirim dari Jawa,” ungkapnya.
Dan, tak lengkap rasanya pohon Natal tanpa ada hiasan. Menurut Rais, pihaknya menawarkan berbagai macam hiasan Natal yang bisa dibeli secara terpisah. Mulai dari bola-bola hias, aneka pita, boneka, lonceng hingga lampu kelap kelip. Namun jika konsumen malah menghias pohon Natalnya, bisa juga membeli yang sudah jadi. Lengkap dengan hiasan mirip salju-salju. Tapi harganya tentu sudah beda. Satu pohon natal kecil lengkap dengan hiasan dibanderol Rp1.250.000.
Namun, salah seorang pembeli, Dorce Lukas mengaku lebih senang membeli pohon Natal yang belum dihias.
Dia mengatakan, ada seni tersendiri jika dia bersama keluarga kecilnya menghias pohon Natal secara bersama-sama sesuai keinginan.
“Disitu jalinan keluarga kami lebih terasa,” pungkasnya.(rhm)

Exit mobile version