TAKALAR, BKM — Rezky Wahyuni anak pasangan dari Abdul Wahid dengan Kartini, Berhasil merebut dua lomba berturut-turut pada Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) SMAN 4 Takalar akhir pekan lalu. Porseni antar kelas tersebut dilaksanakan selama sepekan setelah ulangan semester ganjil 2019/2020.
Rezky Wahyuni, siswa kelas XI MIA 5 sukses merebut juara I lomba baca puisi dan juara III dalam lomba tilawah Al Quran setelah sebelumnya menyisihkan seribuan temannya di sekolah itu.
Kartini yang juga guru di SMAN 4 Takalar, mengatakan, terlepas dari kemampuan Rezky, secara umum sistem pembinaan prestasi di sekolah ini maupun saat berada dalam lingkungan rumah tinggal, ibarat para petani berpacu dalam menggarap sawahnya.
Mereka tak lagi menggunakan bajak yang ditarik sapi. Sebab dengan sapi bajak bergerak amat lambat. Petani modern menjadi tak sabar karena tak seirama dengan gerak zaman sekarang. Mereka ini kini banyak beralih ke traktor yang dengan cepat bergerak ke seluruh penampang sawah.
Demikian juga siswa di sekolah ini selalu berpacu dengan ledakan informasi baik yang berkaitan dengan kurikulum maupun informasi dan gagasan yang tiap hari membanjiri ruang belajar.
Seperti halnya Rezky, jelas Kartini, ia menetapkan waktu untuk belajar dan memahami. Sebab otak serta tugas-tugas akal akan siap aktif pada waktu tersebut. Untuk itu, waktu paling ideal untuk belajar seperti yang dilakukan Rezky adalah setelah subuh, setelah ashar, dan setelah isya sebelum tidur. Kepada Rezky ditetapkan pula untuk tidak pernah melupakan waktu refreshing dan istirahat. Karena ketegangan urat syaraf memiliki pengaruh pada pemahaman.
Ayah Rezky, Abdul Wahid yang juga guru/KTU pada SMPN 2 Barombong senantiasa mengingatkan pentingnya membuat catatan. Pokok-pokok yang perlu dicatat dengan sistem pencatatan kartu. Alasan dalam membuat catatan itu karena informasi atau ide yang dikandung dalam bacaan itu diperlukan. Sekaligus memudahkan mencari kembali bila diperlukan.
Dijelaskan Abdul Wahid, kegunaan dalam membuat catatan atas bacaan yang dihadapi siswa, karena daya ingat seseorang terbatas. Misal, sekalipun dalam waktu membaca 85 persen siswa menguasai isi bacaan, kemampuan seseorang dalam waktu 8 jam untuk mengingat detail yang penting tinggal 40 persen.
Dan dalam tempo dua minggu pemahaman seseorang tinggal 20 persen. Dengan demikian, betapa penting para siswa membuat pencatatan. Selain berfungsi untuk membantu daya ingat, juga berguna untuk mengingat kembali apa yang perlu diingat. (zai/mir)