Site icon Berita Kota Makassar

YPN Apresiasi Penggiat Bank Sampah

MAKASSAR, BKM–Sebagai bentuk apresiasi untuk pengurus Bank Sampah se kota Makassar, Unilever Indonesia Foundation (UIF) dan Yayasan Peduli Negeri (YPN) bersama Unilever menggelar awarding BSU di gedung Anging Mamiri, Minggu, (21/12).
Event ini merupakan agenda tahunan untuk memberikan semangat para penggiat bank Sampah di 15 kecamatan di Makassar. Juga untuk senantiasa termotivasi memilah sampah dari Sumbernya.
Ketua Yayasan Peduli Negri, Saharuddin Ridwan mengatakan, meski para direktur ini tidak mendapatkan insentif, tapi bank sampah sangat memberikan konstribusi terkhusus peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dulunya banyak warga kota di lorong-lorong menjadikan sampah sebagai bahan yang terbuang, kini mereka memilah di Bank Sampah dan menjadikan sebagai lapangan pekerjaan,” kata Sahar sapaannya.
Melalui program Bank Sampah, Kota Makassar telah meraih beberapa penghargaan diantaranya sebagai penerima penghargaan pengurangan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup pada awal 2019.
Program Bank Sampah Kota Makassar telah menjadi percontohan di Indonesia. Kota Makassar menjadi lokasi tujuan belajar terkait tata kelola Bank Sampah.
Program Bank Sampah secara tidak langsung mendukung kebijakan pemerintah dalam hal pengurangan dan penanganan Sampah, terkait kebijakan atau Peraturan Presiden No 97/2017 tentang Kebijakan Strategi Nasional Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dan juga Peraturan Wali Kota Makassar No 36/2018 Tentang Kebijakan Strategi Daerah dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, mengapresiasi, program Bank Sampah yang bekerja sama dengan Yayasan Unilever Indonesia yang telah memberikan ide dan gagasan untuk peningkatan program pemberdayaan masyarakat bersama lembaga melalui Yayasan Peduli Negeri.
“Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah merupakan kegiatan yang sangat apresiasiatif karena seluruh pengurus bank sampah telah hadir mewakili wilayahnya untuk memeriahkan puncak acara tahunan dari program Bank Sampah,” ucap Iqbal.
Program Bank Sampah telah banyak memberikan dampak positif bagi kota Makassar terkhusus dalam hal pengelolaan sampah.
Capaian program Bank Sampah di tahun 2019 adalah Bank Sampah Unit sejumlah 596 Unit, Bank Sampah Sekolah sejumlah 272 Unit, dan Bank Sampah Instansi sejumlah 38 Unit. Jumlah Nasabah tahun 2019 sekitar 23.840 Nasabah.
Sementara Jumlah Sampah Terkelola adalah Sampah Plastik : 222.305 Kg, Sampah Kertas : 627.238 Kg, Sampah Logam : 33.820 Kg dan Sampah Botol/Kaca : 32.362 Pcs. Adapun jumlah perputaran uang selama tahun 2019 sebesar Rp 1.690.051.200.
“Pemerintahan akan terus mendukung program ini, dan kedepannya kita bersama-sama terus meningkatkan dan mengembangkan Program Bank Sampah dan bersama kita gaungkan Bank Sampah di mata dunia,” tambah Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal menambahkan program Bank Sampah Tahun 2019 telah diimplementasikan dalam setahun ini, tahap demi tahap telah terlewati dengan begitu baik sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan diharapkan.
“Harapan saya agar kegiatan pada tahun mendatang semua RW pada kelurahan untuk bisa ikut berpartisipasi dalam program bank sampah. Untuk itu, kami berharap, seluruh fasilitator pengurus bank sampah yang mengikuti puncak kegiatan hari ini agar terus mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam program ini,” tutup Iqbal.(nug)

Exit mobile version