Site icon Berita Kota Makassar

Banting Setir dari Bergelut di Media Hingga Kuliner

SAAT musim hujan tiba, makanan berkuah hangat memang langsung digandrungi. Kebanyakan orang mengatakan makanan berkuah memang cocok dengan hawa dingin di musim hujan. Seperti kuliner Seblak milik Muhammad Zulkifly.

Laporan: NUGROHO

Apalagi jika kuah yang disajikan memiliki cita rada pedas, pasti semakin nikmat disantap saat hujan seperti musim saat ini.
Olehnya, seblak cenderung menjadi andalan para pemikmat kuliner saat musim hujan. Aroma dan kuahnya yang katanya bisa menghangatkan tubuh, menjadi andalan untuk dinikmati sambil bersantai.
Seblak Andalan milik Zul tentu menjadi pilihan. Apalagi tak main-main, Zul mempelajari membuat seblak ini dari ‘kampungnya’ seblak, yaitu di Bandung.
Hingga ia citarasakan mengikuti lidah orang Makassar. Supaya orang-orang di Makassar bisa turut menikmati kelezatannya dengan ciri khasnya sendiri.
Zul diketahui dulunya bekerja di Kantor Berita Harian Fajar. Sebelum akhirnya kini ia bergelut di dunia otomotif, tepatnya di Daihatsu.
Beberapa tahun lalu saat ia di Bandung, Zul mencicipi seblak. Ia tertarik dengan makanan khas Bandung ini. Saat di bandung itu pula ia mencoba membuat seblaknya sendiri.
Seblaknya coba ia kreasikan. Jika seblak di Bandung rasa asinnya begitu terasa, Zul mengurangi rasa asin tersebut. Ia mengatakan, lidah orang Makassar tidak begitu terbiasa dengan asin yang berlebih.
“Kalau pedas, pedas ji juga seblakku ini. Tapi bedanya di asinnya. Seblakku ini saya buat ndak terlalu asin,” kata Zul.
Wajar jika Zul begitu mengenal lidah orang Makassar. Ia adalah orang Makassar asli. Sejak kecil, ia bersekolah di Makassar.
“Iya saya orang Makassar ji. Dari kecil di Makassar. Sekolah semua di Makassar,” ucapnya.
Makanan-makanan dari Bandung memamg kini mulai akrab di Makassar. Selain seblak yang mulai populer, sebelumnya makanan khas Bandung yang beredar luas di Makassar ada Batagor, Cilok, Cireng, Roti Bakar khas Cihampelas dan lain sebagainya.
Seblak Andalan ini pun diharapkan Zul juga menjadi makanan andalan yang dicari orang Makassar. Apalagi pembuatnya adalah orang yang pernah mencoba membuatnya di Bandung, dan orang yang mengerti citarasa Makassar.
Untuk topping yang tersedia di Seblak Andalan, Zul mengatakan jika semua toppingnya tidak dibuatnya sendiri. Ia mengatakan, topping-toppingnya dibeli langsung dari pembuat topping seblak yang ada di Kima.
Seblak sendiri menjadi makanan jajanan yang digemari berbagai kalangan masyarakat, terutama di daerah Jawa Barat dan Jabodetabek.
Seblak boasanya disajikan di rumah makan dan warung. Makanan yang bertekstur kenyal ini memiliki rasa yang pedas dan menyegarkan, serta memiliki beberapa variasi, baik rasa maupun bahan tambahan juga kemasan.
Seblak sajian di Seblak Andalan ada beberapa topping, sesuai keinginan pelanggan. Ada sossis, bakso, dumpling keju, crab stick, cireng, ceker, chikuwa, dumpling ayam, sayap, siomay, otak-otak, suki-suki, makaroni, mie, dan kwetiau.
Namun jika ingin paket langsung, Zul, mengatakan, juga menyediakan beberapa paket. Paket 1 terdiri dari kerupuk basah, 1/2 telur, dan tiga topping pilihan. Paket ini tersedia dengan harga Rp25 ribu.
Adapun Paket 2 terdiri dari kerupuk basah, 1/2 telur dan empat topping pilihan. Paket 2 seharga Rp30 ribu. Dan untuk paket 3 terdiri dari kerupuk basah, 1/2 telur, dan 5 topping pilihan. Untuk Paket 3 dihargai Rp35 ribu.
“Seblak ini kan sajiannya pedas, jadi kami menyediakan juga beberapa level pedas. Dari level 1 sampai level 5,” ungkapnya.(*)

Exit mobile version