MAKASSAR, BKM–Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mengumumkan pendapatan mereka di 2019 ini telah mencapai Rp1 triliun. Tahun depan, Bapenda menargetkan tembus Rp1,5 triliun.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan Adnan dalam konferensi pers di Kantor Bapenda Kota Makassar, Kamis (26/12).
Irwan mengatakan, pencapaian ini didapatkannya dalam kurun waktu lima bulan terakhir. Setelah KPK turut mengawal optimalisasi pendapatan di Bapenda.
“KPK mulai mem-push kita itu di bulan Mei, tapi kita baru mulai di Juli karena tim saya baru direposisi kembali. Kita bersinergi dengan KPK, kejaksaan, dan kepolisian untuk meningkatkan pendapatan kita ini,” jelas Irwan.
Irwan menjelaskan, ada beberapa potensi pajak yang menghasilkan pendapatan terbesar di tahun ini. Terbesar yang didapatkan adalah dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Kemudian dikatakannya berturut-turut adalah Pajak Restaurant, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Hotel, Pajak Reklame, Pajak Hiburan, dan Pajak Parkir.
“Januari sampe bulan Juni, pendapatan kita dibawah standar karena tim kita sempat diganti. Padahal 2018 mereka yang berprestasi. Saat dikembalikan di bulan Juli, baru kita mulai. Akhirnya capai Rp1 triliun,” jelasnya.
Sementara untuk 2020 mendatang, Irwan mengatakan optimis bisa capai Rp1,5 triliun pendapatan di Bapenda. Online sistem yang sudah baik dianggapnya wajar tahun depan target tersebut bisa tercapai.
Jika ditotal target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar di 2020, Irwan mengatakan bisa mendapat hingga Rp2 triliun. Bahkan ia optimis, dalam triwulan pertama terget tersebut harusnya telah terealisasi.
Potensi pendapatan terbesar ditargetkan dari minuman beralkohol, IMB, retribusi sampah, parkir, sewa lahan, reklame, dan pajak Air Bawah Tanah (ABT).
“Kita akan fokus pada Perda jasa perizinan tertentu, Perda retribusi umum. Kita juga akan perbaiki tata kelola penyelenggaraan reklame, kita lakukan penataan tahun ini juga. Perusahaan daerah jiga akan kita push,” ungkapnya.(nug)
Bapenda Capai Pendapatan Rp1 Triliun
