Site icon Berita Kota Makassar

37 Tahun tak Bersua, Alumni 1983 SMAN 286 Polewali Gelar Reuni

MAKASSAR, BKM — Alumni tahun 1983 SMA Negeri 286 (sekarang SMAN 1) Polewali,
Kabupaten Polewali, Sulawesi Barat menggelar reuni. Pertemuan ini dilangsungkan setelah 37 tahun
lamanya mereka tak pernah bersua.

Reuni yang dirangkai peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1441 Hijriyah ini dilaksanakan di
Hotel Lariz Kota Makassar, Sabtu (28/12). Peringatan maulid mengusung tema; Kita Tegakkan
Mazhab Ukhuwah dengan Amal Ilmiah dan Ilmu Amaliah.

H Hasyim Sultan selaku ketua panitia pelaksana, menuturkan alumni yang hadir dalam reuni perdana
ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian dari mereka ada yang sudah punya cucu dan
cicit, dan membawanya dalam acara.

”Ini merupakan reuni pertama alumni tahun 1983. Teman-teman kita yang hadir di sini datang dari
berbagai daerah di Indonesia. Semoga pertemuan ini membawa manfaat,” ujar Hasyim saat memberi
sambutan.

Salah seorang alumni yang hadir, Dr Sri Musdikawati didaulaut untuk menyampaikan kenangan saat
masih duduk di bangku SMA. Di depan rekan-rekannya, doktor bidang linguistik ini membahas
tentang apa yang dulu dialaminya ketika masih berseragam putih abu-abu. Termasuk menyebut
sejumlah teman-teman wanitanya yang jadi idola kala itu.

”Ada beberapa teman perempuan yang jadi bintang waktu itu. Salah satunya Mulianti Rustam. Dia ini
juga pandai menari,” ujar Sri, sambil menyebut nama Mulianti yang saat ini tercatat sebagai salah
seorang pejabat di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel. Dalam
kepanitiaan reuni, Hj Mulianti dipercaya sebagai bendahara.

Dr Sri lalu mengurai kisah tentang anak SMA zaman dulu. Mulai dari sulitnya akses transportasi,
hingga belajar ketika listrik padam. Bahkan keterbatasan ekonomi yang dihadapi.

”Saya sendiri tidak pernah membayangkan bisa lanjut ke perguruan tinggi. Karena ekonomi keluarga
tidak mendukung. Tapi satu yang selalu saya ingat, doa kedua orang tua sangatlah mujarab. Untuk itu,
kita sebagai orang tua hendaknya selalu mendoakan anak-anak kita, cucu-cucu kita agar kelak
mereka bisa meraih keberhasilan,” imbuhnya.

Dalam reuni ini, hadir seorang qariah Andi Marwah. Juara MTQ internasional Bangkok ini tampil
membacakan ayat suci Alqur’an. Penampilannya mendapat apresiasi dari seluruh yang hadir. Ia
didampingi suaminya Andi Abd Azis yang membacakan tilawah.

Sementara hikmah maulid disampaikan H Andi Erwin Baharuddin yang juga ketua Korps Muballigh
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel. Ia menekankan pentingnya menciptakan kerukunan dan
kedamaian. Menghindari potensi terjadinya perpecahan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, pelaksana reuni ini mengundang anak-anak dari Panti
Asuhan Nahdiyat. Perintis panti ini merupakan tokoh asal Sulawesi Barat. Anak yatim piatu tersebut
mendapatkan tali asih. Dilanjutkan dengan foto bersama para alumni. (rls)

Exit mobile version