MENGANTISIPASI terjadinya bencana di berbagai wilayah di Sulsel, mulai banjir, longsor hingga angin kencang, seluruh komponen masyarakat harus senantiasa waspada dan siap siaga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Andi Ishak menjelaskan, Pemprov Sulsel sebelumnya sudah meminta agar tiap pemerintah kabupaten/kota di Sulsel mengantisipasi terjadinya bencana memasuki masa musim hujan. BPBD Sulsel juga sudah menyediakan posko khusus yang standby untuk menerima informasi dari berbagai daerah.
“Sejak akhir bulan Oktober (tahun 2019), logistik seluruh kabupaten/kota sudah kita distribusikan. Untuk antisipasi pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana,” tutur Ishak yang dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.
Berdasarkan laporan yang dia terima dari BMKG, wilayah Luwu Raya rawan potensi hujan lebat. Ishak mengaku, Pemprov Sulsel telah bersurat ke tiap wali kota/bupati mengantisipasi daerah rawan, utamanya wilayah dataran rendah, dan daerah yang berada dekat laut serta daerah aliran sungai.
“Tapi tidak menutup kemungkinan daerah Soppeng, termasuk Barru, Wajo dan Pinrang. Menurut laporan, yang perlu diwaspadai seperti hujan lebat dan kilat petir, dan angin kencang. Beberapa waktu lalu, juga ada laporan di wilayah Toraja, ada laporan angin kencang. Ada beberapa rumah adat Toraja yang rusak. Itu juga BPBD Tana Toraja sudah berikan respon dan berikan bantuan logistik disana,” jelas Ishak.
Kepala BPBD Sulsel Syamsibar, menjelaskan bahwa di musim penghujan ini perlakuannya akan sama seperti musim lainnya.
“Tidak ada persiapan khusus, tapi kami tetap siaga. Karena bencana itu tidak diketahui kapan datangnya. Olehnya itu seluruh unsur BPBD se-Sulsel agar selalu siap siaga,” katanya.
Menurut Syamsibar, di musim penghujan ini ada dua bencana alam yang kerap terjadi di Sulsel, yakni banjir dan longsor. Daerah yang terkena dampak banjir biasanya berada di daerah aliran sungai. Sedangkan longsor berada di kawasan hutan dan dataran tinggi.
Syamsibar menyebut, dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel, tercatat ada 22 masuk dalam garis zona merah bencana alam.
Menurutnya, BPBD Sulsel saat ini memiliki 5.000 relawan penanggulangan bencana. Mereka berasal dari lembaga sosial, mahasiswa dan masyarakat umum (komunitas).
Sebelumnya, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri memasuki musim penghujan. “Bagaimana memperbaiki daerah saluran-saluran kita kontrol supaya bisa terhindar dari banjir,” ujarnya.
Sementara untuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, diharapkan agar mempersiapkan kebutuhan pokok untuk menghadapi musim hujan. “Kesiapan Badan Penanggulangan Bencana, kesiapan Dinas Sosial, kesiapan kita semua, Forkompinda juga dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem. Kalau cuaca normal, saya kira tidak ada masalah. Tapi cuaca ekstrem ini harus kita antisipasi,” kata mantan bupati Bantaeng dua periode ini. (rhm/rus)
5.000 Relawan Siaga Hadapi Bencana
