BONE, BKM — Hari pertama masuk kantor di tahun 2020, Kamis (2/1), Pemerintah Kabupaten Bone mendapat protes dari ratusan warganya. Mereka datang ke kantor bupati untuk menyampaikan aspirasinya. Dengan tegas warga menolak rencana pembangunan tower 10 lantai untuk dijadikan kantor pemerintah.
Pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Bone mendesak pemkab untuk menunda pembangunan tower tersebut. Mereka beralasan, masih banyak hal yang sangat urgen dan dibutuhkan oleh masyarakat Bone.
Saat berada di kantor bupati, para pengunjuk rasa diterima Asisten II Andi Gunadil Ukra. Di depan massa, dia menegaskan bahwa tujuan pembagunan tower 10 lantai ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi. Perencanaannya juga sudah sejak lama.
“Kita bisa melihat kondisi kantor pemerintah saat ini yang merupakan bangunan lama. Sudah sepantasnya kita menganggarkan adanya kantor baru. Ini juga demi kepentingan pelayanan masyarakat. Sampai saat ini masih ada delapan instansi yang belum memiliki kantor,” terang Andi Gunadil Ukra.
Sesaat setelah menerima aspirasi masyarakat, hujan langsung mengguyur. Saat itu Andi Gunadil langsung meninggalkan para pendemo. Tindakan tersebut sempat membuat massa kecewa. Beruntung, datang Kepala BKPSDM Andi Fajaruddin yang kembali memberikan penjelasan terhadap massa.
Usai menyampaikan aspirasi di halaman kantor bupati Bone, para pendemo melanjutkan aksi ke gedung DPRD. Mereka diterima langsung oleh lima legislator yang dipimpin H Saifullah Latif.
Setelah mendengar aspirasi pendemo, H Saifullah menjelaskan bahwa menurutnya pembangunan tower 10 lantai tidaklah terlalu urgen. Meski begitu, lanjutnya, harus pula dilihat bahwa tower ini juga dibuat untuk kepentingan pelayanan masyarakat Bone.
“Saya melihatnya memang tidak terlalu urgen, namun itu dibutuhkan. Kami menyadari bahwa ada mandatory spending, yang kami melihatnya lebih kepada pembangunan pelayanan publik. Pembangunan tower ini juga demi kepentingan pelayanan publik. Nah, kalau terkait regulasi dan aturan, tidak ada yang dilabrak,” tandasnya.
Sekadar diketahui, rencana pembangunan tower ini telah ditetapkan di DPRD Bone beberapa waktu lalu. Dalam APBD 2020 dialokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar, dari estimasi ratusan miliar. Pembangunannya diperkirakan rampung selama tiga tahun. (*/rus)
Ramai-ramai Menolak Gedung Tower 10 Lantai
