MAKASSAR, BKM–Warga di sejumlah wilayah langganan banjir sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengantisipasi jika banjir tahunan kembali muncul.
Seperti halnya warga di wilayah Perumnas Antang Blok 8 dan 10, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Mereka sudah terbiasa menghadapi “tamu musiman” itu.
Pada Selasa (7/1), beberapa warga sibuk membereskan barang-barang jika air mulai masuk ke dalam rumah.
Wilayah daratan rendah ini menjadi salah satu faktor aliran air mengendap. Tak ada tanggul yang bisa membatasi air meluap sehingga saat air sedang tinggi maka sangat mungkin air akan meluap ke wilayan permukiman.
Bahkan, saat banjir, air setinggi sekitar 1,5 merter sampai 2 meter kerap melanda wilayah setempat. Warga pun terpaksa mengungsi dari rumah. Maka dari itu, berbagai persiapan untuk menghadapi banjir juga dilakukan warga bila banjir tiba.
“Kalau air mulai merendam jalan, di sini kita sudah siap-siap semua. Ya kita lihat dari televisi atau handphone saja. Kalau sudah siaga 1, kita siap-siap sudah, karena pasti kita bakal banjir di sini,” kata Halim, warga setempat, kemarin.
Begitupun dengan Jufri, warga Jalan Terompet Blok 10 Antang ini mulai membangun pondasi tinggi rumahnya, berharap bila banjir terjadi minimal tidak masuk ke dalam rumah.
“bongkar rumah, diusahakan sebelum banjir, mau bagaimana lagi, kita mau kemana, rumah saya disini dan setiap tahun sudah menjadi langganan banjir, pondasi rumah lebih satu meter tingginya dari jalan,” kata Jufri.
Berbeda dengan warga di Perumnas Antang, warga di Perumahan Mangga Tiga, Keluarahan Daya, Kecamatan Biringkanaya mulai melakukan pengerukan saluran air. Utamanya titik got dan kanal yang berpotensi menimbulkan banjir atau genangan air.
Warga RW 03 RT 04 Keluarahan Daya Kec Biringkanaya, Muh Rasyid mengatakan, wilayahnya sudah menjadi langganan banjir, namun dirinya dan tetangga tempatnya tinggal belum ada yang memutuskan untuk mengungsi. Namun tidak menutup kemungkinan jika terjadi, dirinya sudah bersiap-siap.
“Belum (mengungsi) begini saja sama warga sekitar sini membersihkan dulu saja got (drainase) ini karena sering tersumbat airnya,” ungkapnya, kemarin.
Dirinya juga berharap agar hujan yang menggujur kota Makassar tidak sampai menyebabkan banjir. Olehnya itu, ia berharap ada tindakan pencegah pemerintah untuk membantu warga Biringkanaya yang sudah menjadi langganan banjir tiap tahun.
“Iya semoga saja. Kita maunya jangan mi lagi sampai banjir kodong. Tiap tahun kita ini sudah kena banjir terus, tidak ada pencegahannya unutuk bantu kami,” bebernya.
Menyikapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, dari pemilihan Makassar, Andry Prasetyo Tanta, mengemukakan, sejumlah cara agar masyarakat dapat mengantisipasi banjir dan genangan di Kota Makassar. “Cara untuk mengantisipasi banjir yang pertama dan terpenting adalah bagaimana kita tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sampah-sampah harus kita buang pada tempatnya, karena bila kita membuang sampah sembarangan pastinya akan terbuang di saluran air, yang mana menyebabkan tersumbatnya saluran air,”ujar Andry Prasetyo Tanta.
Adapun pencegahan yang kedua, kata Wakil rakyat yang lolos dari daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II atau Makassar A ini, kita lakukan kegiatan bersih-bersih saluran di setiap minggunya atau yang biasa dikenal dengan kerja bakti, dimana saluran-saluran air semua kita bersihkan agar tidak tersumbat dan menyebabkan banjir.
“Bilamana setiap minggunya kita lakukan kerja bakti bersama di setiap lorong , maka Insyaallah banjir bisa kita antisipasi. Ini adalah tanggung jawab kita semua, masyarakat masing-masing individu untuk membuang sampah pada tempatnya agar sampah-sampah tersebut tidak menyumbat saluran air yang ada,”jelas legislator Partai Nasdem Sulsel ini.
Hal senada dikatakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Erick Horas. Kata Eric untuk mencegah genangan ataupun banjir di Kota Makassar, pemerintah seharusnya sudah melakukan antisipasi sejak bulan sebelumnya, utamanya melakukan pengerukan drainase.
“Sebenarnya ini bukan di bidang saya. Saya cuman bisa katakan, untuk mengantisipasi banjir dengan melihat kejadian tahun-tahun sebelumnya, pemerintah sudah harus melakukan pengerukan drainase. Apalagi kanal dan tempat aliran air sekarang penuh dengan tanah dan sampah,” ungkapnya.
Legislator Gerindra Makassar ini mengaku hal tersebut suda tidak perlu diingatkan lagi ke pemerintah sebab sudah menjadi agenda tiap tahun terjadinya banjir karena tersumbatnya drainase. Terlebih pengerukan drainase menjadi perhatian khusus karena apabila tersumbat, maka akan menimbulkan genangan bahkan banjir.(tim)
