SIDRAP, BKM — Pemkab Sidrap berupaya mendata jumlah kerusakan dampak angin kencang yang melanda 11 kecamatan di Sidrap, Minggu (5/1).
Angin kencang yang disertai hujan mengakibatkan kerusakan rumah, gedung perkantoran dan fasilitas pendidikan seperti gedung sekolah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap merilis jumlah kerusakan rumah warga mencapai 1.802 unit rumah, baik rusak parah, sedang maupun ringan. Hingga Rabu dini hari (8/1) tim mencatat 1,802 unit rumah rusak.
Rumah rusak berat 152 unit, rusak sedang 197 unit dan rusak ringan 1.453 unit. Korban terbanyak di Kecamatan Maritengngae dengan jumlah 433 unit rumah.
Kerusakan juga terjadi pada empat unit sarana pendidikan, 1 unit gedung serbaguna (umum), empat unit kantor pemerintahan, 39 unit usaha ekonomi dan 1 unit sarana ibadah.
Bupati Sidrap H Dollah Mando memberi perhatian khusus kepada warganya yang menjadi terdampak bencana.
“BPBD berkoordinasi Camat, Kades dan Lurah jangan sampai ada warga terdampak yang tak terdata,” ujar Dollah.
Kepala BPBD Sidrap Siara Barang mengatakan jumlah kerusakan yang terdata tiga hari pascabencana mencapai 1.802 unit rumah.
Data tersebut diperlukan sebagai acuan dalam memberikan bantuan perbaikan rumah kepada para korban yang terdampak.
Pihaknya terus mengingatkan warga agar tetap waspadai angin kencang susulan disertai petir.
“Kami mengimbau warga waspada akan potensi angin kencang susulan terjadi kembali. Ini mengacu BMKG, potensi cuaca ekstrem masih terus terjadi, tak menutup kemungkinan masih adanya angin kencang susulan disertai hujan dan petir,” tandasnya. (ady/C)
