ENREKANG, BKM — Ketua Komisi II DPRD Enrekang Rahmat Saleh menuding oknum pengelola pasar Sudu-Belajen Bharuddin memotori memperjual belikan los pasar Sudu kepada pedagang dari laur daerah. Tudingan ini sampaikan legislator Golkar saat menerima aspirasi puluhan pedagang pakaian atas sembrawutnya pengelolaan Pasar Sentral Enrekang di Gedung DPRD Enrekang, Rabu (8/1).
Menurutnya, membludak-nya pedagang dari luar berjualan di Pasar disebabkan karena ulah oknum pengelolah yang memperjual belikan los pasar.
“Ini persolan uang, terus terang kalau di Pasar Sudu orang (pedangang) masuk (menjual) membayar dikasi tempat. Siapa tidak mau uang,” ujar Rahmat Saleh disambut aplaos puluhan pedangang yang hadir.
Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, Rahmat berharap Disperindag menyikapi kasus ini sehingga kepala pasar beserta aparatnya selektif dalam penempatan para pedang yang ingin berjulan.
“Untuk menertibkan ini dibutuhkan kontrol dari Disperindag,” jelas Rahmat.
Rahmat berharap kepada dinas terkait agar sampah pasar yang menggangu kenyamanan pedagagn dan pembeli jangan disepelehkan karena ini juga menjadi permasalahn di pasar. “Jangan lupa juga (Disprindak) ada juga permasalahan yang sangat komplen di pasar yaitu masalah sampah jangan disepelehkan,”tambahnya.
Terpisah, Kepala Pasar Sudu Bahruddin membantah tuduhan memperjul belikan los pasar baik pedagang lokal maupun pedangang luar.
“Tudingan itu tidak benar. Saya akan tuntut untuk membuktikan siapa pedagang yang pernah saya suruh beli los,”tegas Baharuddin. (her/C)
Dewan: Ada Oknum Perjualbelikan Los
