MAMUJU, BKM — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Guru Indonesia (DPP-IGI) mengapresiasi sepenuhnya kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat yang menarik seluruh tenaga guru PNS dari sekolah swasta dan kembali ke sekolah negeri.
Ketua UmumDPP IGI Muhammad Ramli Rahim, Minggu (12/1) mengatakan IGI sudah sejak lama meminta pemerintah untuk menarik seluruh guru berstatus PNS di sekolah-sekolah swasta. Hal ini mengingat begitu besarnya kekurangan guru di sekolah negeri yang sesungguhnya menjadi tanggung jawab utama pemerintah.
”Penempatan guru PNS di sekolah swasta seyogianya dilakukan setelah seluruh sekolah negeri terpenuhi kebutuhan gurunya,” ujar Ramli.
Dia menambahkan bagaimanapun tanggung jawab utama pemerintah terhadap dunia pendidikan ada di sekolah negeri sementara sekolah swasta adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga bantuan pemerintah terhadap sekolah swasta seharusnya dilakukan setelah kewajiban terhadap sekolah-sekolah negeri sudah dituntaskan.
IGI berharap daerah lain mengikuti jejak Provinsi Sulbar memprioritaskan guru PNS di sekolah negeri sebelum menempatkannya di sekolah-sekolah swasta.
Ibarat penumpang dewasa di pesawat, penumpang dewasa harus mampu menolong diri sendiri sebelum menolong orang lain dan itulah sesungguhnya yang seharusnya dilakukan pemerintah mendahulukan sekolah-sekolah Negeri dibanding sekolah-sekolah swasta.
”Harapan kita suatu ketika jika negara ini sudah mampu, negara memberikan perhatian besar dan sama kepada sekolah negeri dan juga kepada sekolah swasta sama baiknya,” tandasnya. (rls)