GOWA, BKM — Lembaga pemasyarakatan (Lapas) secara umum diketahui masyarakat sebagai tempat menjalani masa hukuman akibat perbuatan kejahatan yang dilakukan orang. Namun ternyata, Lapas mampu menjadi sarana pembinaan yang baik.
Salah satu buktinya, Lapas Narkotika Kelas II A Bolangi Gowa, justru mampu mencetak hafidz Quran.
Mengaji menjadi salah satu agenda pembinaan para napi yang rutin dilakukan pihak Lapas Kelas II Narkotika yang berlokasi di Bolangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.
Di Lapas ini terdapat 1.029 orang penghuni sel. Di lapas ini, para napi
tidak hanya diberikan pembekalan keterampilan, namun yang paling utama diberikan bimbingan rohani melalui kegiatan-kegiatan keagamaan untuk membentuk kepribadian muslim yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan, berakhlak mulia dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala Pengamanan Lapas Narkotika Kelas II A Bolangi Gowa, Suwandi, mengatakan, pembentukan karakter bagi setiap napi salah satunya melalui kegiatan meningkatkan pengetahuan agama. Sebab menurutnya, pengetahuan atau ilmu agama menjadi dasar seseorang untuk menjadi lebih baik lagi.
Suwandi mengatakan, salah satu kegiatan keagamaan yang rutin adalah melalui Jumat ibadah dengan menghadirkan Dai.
”Kita ada kegiatan rutin, yakni Jumat ibadah. Jadi sebelum melaksanakan salat Jumat berjamaah, ada tausiyah yang dibawakan ustadz,” kata Suwandi, Jumat (17/1/2020).
Selain itu, hal yang paling menarik yang diutarakannya adanya pesantren yang dibentuk di dalam Lapas ini. Pesantren yang terbentuk sejak tahun 2019 ini bahkan telah melahirkan 10 orang hafidz Quran dari warga binaan pemasyarakatan dan sudah dilakukan munaqasyah (penamatan) dua angkatan.
Terpisah, Kalapas Narkotika Kelas IIA Bolangi Gowa, Victor Teguh Prihartono, mengatakan, kegiatan keagamaan ini merupakan pembinaan berbasis pesantren yang dilakukan warga binaan pemasyarakatan yang didukung seluruh petugas.
Salah seorang warga binaan bernama Roni (30) yang juga sebagai pengurus pesantren,
mengungkapkan, kegiatan pesantren yang dijalaninya ini sangat bermanfaat dan lebih meningkatkan pengetahuan agamanya. Sebab dalam pesantren ini diadakan mengaji bersama dan para warga binaan sudah banyak yang bisa membaca Al Quran.
(sar/mir)
