MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menjajaki impor daging sapi dari India.
Peluang tersebut dikemukakan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb usai bertemu dengab Duta Besar India untuk Indonesia.
Menurut Iqbal, harga daging sapi di negara tersebut cukup murah karena orang India tidak makan sapi.
“Harga daging sapi di India cukup murah. Peluang impor dari negara tersebut terbuka. Kita akan coba lihat dan jajaki,” ungkap Iqbal.
Menurutnya, kebutuhan daging sapi di Makassar cukup tinggi. Apalagi, sejumlah kuliner tradisional seperti coto, konro, dan beberapa makanan lainnya menggunakan daging sapi.
“Dalam sehari, Makassar butuh daging sapi berton-ton,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Abd Rahman Bando, mengatakan, sejauh ini belum ada perintah dari Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb untuk menjajaki ekspor sapi dari India.
Namun, katanya, jika memang ada rencana tersebut, harus koordinasi dengan pemerintah pusat karena merupakan kebijakan nasional.
“Kalau impor sapi. Harus koordinasi dengan pemerintah nasional. Tapi sejauh ini belum ada perintahnya Pak Wali soal itu. Biasanya kalau urusan ekpor dan impor seperti ini, tentu melibatkan Kementerian Perdagangan dan kementerian teknis lainnya,” kata Rahman Bando.
Setelah itu, lanjutnya, jika sudah ada persetujuan impor, harus bermitra dengan pihak ketiga selaku pengusaha ekspor impor.
Rahman Bando melanjutkan, kebutuhan daging sapi untuk Kota Makassar berkisar 15 hingga 20 ton per hari.
Kebutuhan tersebut tidak mampu dipenuhi saat ini.
Khusus di rumah potong hewan (RPH) Tamangapa, dalam sehari hanya mampu memotong 50 hingga 70 ekor sapi.
Rata-rata sapi yang disembelih di RPH Tamangapa adalah Sapi Bali dengan kisaran berat 80 hingga 100 kg per ekor.
Artinya, dalam sehari, RPH dalam sehari hanya mampu mensuplay maksimal 7 ton per hari.
Namun, saat ini, produksi daging dari RPH menurun pasca karut marut terjadi di sana karena statusnya yang akan diubah.
“Sekarang paling tinggal dua ton saja daging yang bisa disuplay dari saja,” tandasnya.
Selebihnya, berasal dari suplay sejumlah kabupaten seperti Maros dan Gowa. Selain itu, juga dari daging sapi impor.
Namun, kata Rahman Bando, untuk impor daging sapi, Makassar tergantung dari suplier dari Jawa yang mendistribusikan daging sapi ke kota ini. (rhm)
Jajaki Impor Daging Sapi dari India
