Site icon Berita Kota Makassar

Diduga Masalah Kredit Mobil, Suami Bunuh Istri

PANGKEP, BKM — Aksi sadis yang dilakukan Andi Arsyad (61) menghabisi istrinya Fatmawati(42) dengan cara menikam hingga 29 tusukan kebagian dada, perut hingga punggung, sehingga perempuan yang sedang mengandung ini merenggang nyawa didepan pintu tetangganya, Jum’at dinihari (17/1).
Setelah dilakukan pengembangan penyelidikan dan penyidikan, polisi mengungkap dua motif dari kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Pangkep ini. Pertama, dari pengakuan tersangka saat diperiksa bahwa pelaku marah terhadap istrinya karena menjual mobil tanpa memberikan hasil penjualan kepada Andi Arsyad.
Sedangkan motif kedua, sesuai hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan, jika mobil itu tidak dijual. Melainkan ditarik pihak pembiayaan (lising) karena menunggak beberapa bulan. Selama ini korban yang selalu membayar kredit biaya mobil tersebut.
Setelah menusuk istri dan anak tirinya, Arsyad langsung kabur. Tetapi berhasil diketahui tempat persembunyiannya. Ketika berusaha ditangkap, justru melawan petugas sehingga polisi menembak betis pelaku.
Usai menghabisi nyawa istrinya, Arsyad juga menusuk anak tirinya M Talib (9) karena berusaha menolong ibunya. Setelah membunuh istri dan menikam anak tirinya, pelaku langsung kabur. Talib yang terluka kini dirawat intensif di RS Batara Siang Pangkajene.
Polisi tidak butuh waktu lama untuk mengejar Arsyad. Dia berhasil dikepung di tempat persembunyiannya di kediaman keluarganya di Desa Benteng, Kecamatan Segeri. Saat berusaha ditangkap, pelaku melakukan perlawanan sehingga kedua kakinya ditembak.
Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, menyatakan, kasus suami bunuh istri dan tikam anak tiri, hanya karena masalah sepele. Seperti diakui pelaku di depan penyidik, dirinya marah karena tidak diberikan uang oleh korban dari hasil penjualan mobil.
”Sedangkan berdasarksn hasil olah TKP, mobil kredit itu ditarik pihak lising karena sudah beberapa bulan menunggak. Selama ini, mobil kredit tersebut dibayar oleh korban,” kata Ibrahim. (udi/mir/c)

Exit mobile version