ENREKANG, BKM — 30 anggota DPRD Enrekang mengadakan reses menampung aspirasi masyarakat yang disingkat Jaring Asmara ke seluruh kecamatan yang tersebar di Kabupaten Enrekang. Reses berlangsung selama empat hari mulai Rabu-Minggu (8-11/1).
Berdasarkan hasil reses, mayoritas masyarakat di 12 kecamatan mengusulkan peningkatan pelayanan sarana transportasi dan perbaikan akses jalan pada tahun 2021 mendatang.
“Hasil reses anggota yang berlangsung selama empat hari mayoritas rata-rata masyarakat mengusulkan peningkatan infrastruktur jalan,” ujar Dedy Bahktiar di Ruang tamu Gedung DPRD Enrekang, Senin (20/1).
Ia mengatakan, khusus di Kecamatan Anggeraja, daerah yang kenal sebagai penghasil bawang merah petani mengusulkan lampu perangkap hama alat penagkap serangga seperti ngengat dan kupu-kupu bertelur dan menetaskan ulat yang merusak tanaman bawang merah para petani.
“Khusus di Anggereja, petani bawang merah mengusulkan lampu perangkat hama,”ujar Dedy.
Menurutnya, alat ini mampu menekan pengeluaran biaya tanaman para petani bawang merah hingga 40-50 persen khusus untuk penyemprotan hama. “Petani yang memakai lampu perangkat ini mengaku menguragi biaya penyemprotan hingga 40-50 persen. Sebelum memakai alat ini dalam satu kali panen dilakukan penyemprotan 20 kali, sekarang tinggal 10-15 kali dalam satu kali panen,”jelas Dedy.
Ia menambahkan, hasil reses 30 anggota DPRD Enrekang akan segera diparipurnakan dengan agenda penyampaian Pokok-pokok (Pokir) dewan kepada pihak eksekutif untuk tahun anggaran 2021 mendatang.
“Rencananya kita akan rapat paripurna penyampaian Pokok-pokok Pikiran (Pokir) dewan,”tandas Dedy. (her/C)
