GOWA, BKM — Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola kembali mendatangi lokasi timbulnya api dari air dan tanah bekas galian sumur bor, Senin (20/1). Ia ingin memastikan situasi di Desa Je’nemadinging, Kecamatan Pattallassang itu tetap aman.
Sebelumnya, pada Minggu (19/1), AKBP Boy juga berkunjung ke tempat yang diduga memiliki kandungan minyak itu. Api yang sebelumnya disebutkan muncul, kini sudah tidak ada lagi.
Mendapati fakta seperti itu, aparat kepolisian ragu jika dikatakan di lokasi pengeboran sumur untuk kebutuhan ladang warga setempat itu ada kandungan minyak buminya. Kendati begitu, kapolres berharap pihak terkait atau pakar geologi segera turun untuk memastikan kondisi air di sumur tersebut.
“Sementara sudah kita pasang garis polisi. Sementara ini lagi penyelidikan dengan memanggil beberapa saksi,” ujar AKBP Boy Samola, kemarin.
Api yang sejak dua hari lalu menyala saat pekerja pengeboran sumur melakukan pengetesan, kini sudah padam. Hal itu dibenarkan oleh kapolres, yang ketika saat tiba di lokasi sumur, api tak lagi muncul.
Hal senada dikatakan Camat Pattallassang Baharuddin. Kepada BKM, kemarin, Baharuddin mengatakan api di sumur tersebut sudah tidak menyala lagi.
Ia menjelaskan, air sumur bor yang digali itu sempat terbakar pada akhir Desember 2019 lalu, namun berhasil dipadamkan oleh pekerja pengeboran.
“Sebenarnya, kami dari pemerintah kecamatan mengetahui kejadian tersebut setelah adanya postingan di Facebook pada Kamis, 16 Januari kemarin. Kemudian kami berusaha menelusuri tempatnya, dan benar ada di wilayah Kecamatan Pattallassang ini. Titik pertama ada di Dusun Baddo-baddo, Desa Je’nemadinging. Dua titik lainnya ada di Dusun Tambung Batu, Desa Paccellekang,” jelas Baharuddin.
Pada hari itu juga, Baharuddin mendatangi lokasi tersebut. Ia bertemu langsung dengan pemilik akun Facebook Rais Dg Tiro, dan meminta keterangannya sebagai pekerja pengeboran.
Rais menjelaskan bahwa pada tanggal 25 Desember 2019 telah melakukan pengerjaan pengeboran air di lahan H Arifin atas permintaan pemiliknya. Saat melakukan pengeboran air di titik pertama, Rais mengaku mencium bau minyak dari tanah dan air di lokasi pengeboran tersebut.
Pada saat pengeboran air di kedalaman 80-120 meter setelah pekerjaan pertama selesai, Rais kemudian pindah mengebor ke lokasi kedua dan ketiga yang juga merupakan lahan milik H Arifin. Di sini juga menemukan hal yang sama, yaitu pada saat melakukan pengeboran di titik kedua pada kedalaman 60-80 meter, ia mencium lagi bau minyak. Selanjutnya pada titik ketiga di kedalaman 30-40 meter, sudah mencium lagi bau minyak.
”Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek Bontomarannu dan pihak kepolisian sudah mengunjungi lokasi-lokasi tersebut. Mengenai kepastian apakah daerah tersebut mengandung minyak alam, kami masih menunggu penelitian dan uji lab dari pihak-pihak yang berwenang,” terang Baharuddin. (sar/rus)
Polisi Tunggu Ahli Turun ke Lokasi Air Bor Menyala
