Site icon Berita Kota Makassar

NA: Masyarakat Berhati-hati soal Pabrik Semen Baru

MAKASSAR, BKM–Pabrik Semen baru rencananya akan dirintis di Kabupaten Barru. Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, perintisan pabrik ini merupakan investasi yang bisa saja menguntungkan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Walaupun ada penolakan dari masyarakat di Barru, Nurdin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiring opini negatif terlebih dahulu.
Nurdin mengatakan, masyarakat harusnya lebih berhati-hati menanggapi akan dirintisnya pabrik semen baru ini. Apalagi pabrik semen ini memang belum ada.
Kekhawatiran soal dampak lingkungan dan pencemaran akibat berdirinya pabrik semen ini, dikatakan Nurdin belum bisa dibenarkan.
“Kan belum ada kan. Jadi kalau saya, masyarakat harus dipilah-pilah dulu kalau mendengar info. Makanya kita harus lebih selektif menerima info. Kalau masih ngambang ya jangan dulu mau unjuk rasa dan sebagainya, belum jelas lah,” ucap Nurdin.
Apalagi Nurdin beranggapan, jika benar terjadi, investasi ini bisa saja menguntungkan daerah dan menghadirkan kesejahteraan. Karena setiap investasi bagi Nurdin, bisa menciptakan lapangan kerja dan bahkan mengelola sumber daya alam lebih baik.
“Bagaimanapun juga yang namanya investasi, dia menghadirkan lapangan kerja. Yakinlah bahwa pemerintah pasti akan memasukkan investasi yang menguntungkan. Bukan merugikan daerah,” ungkapnya.
Jika pabrik semen ini benar-benar dirintis, maka Nurdin meyakinkan ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh daerah dan masyarakat.
Pertama dikatakannya tentu lapangan kerja bisa terserap lebih banyak. Kedua potensi sumber daya alam bisa diolah dalam bentuk produk barang jadi dan dijual.
“Selama menguntungkan daerah, menghadirkan kesejahteraan, ya jangan ditolak. Kecuali dia membawa malapetaka, membawa bencana, pengrusakan lingkungan dan sebagainya,” jelasnya.
Walaupun begitu, pihak Pemprov pun sendiri berjanji akan memilah semua investasi yang akan masuk di Sulsel. Mulai dari perusahaannya hingga produk yang dihasilkan.
“Jadi kalau saya dipilah dulu apa yang akan masuk dan apa produknya. Kita kan semua punya hak untuk memiliah siapa yang akan kita terima dan ditolak,” kata Nurdin.(nug)

Exit mobile version