SIDRAP, BKM — Acara “Maccera Arajang” atau pembersihan benda-benda pusaka berlangsung di Saoraja Massepe digelar di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap.
Acara yang dilaksanakan sekali dalam dua tahun untuk menjalin silatuhrahmi dan mempertahankan cagar budaya dan adat para leluhur orang tua terdahulu antara rumpun keluarga dan seluruh masyarakat sekitar.
Benda yang disucikan itu seperti badik, tombak, pedang dan sejumlah pusakah lainnya. Arung Maiwa, Kolonel Inf Andi Ustomo mewakili rumpun keluarga mengatakan maccera arajang ini menyakini dan tidak mengaitkan dengan hal-hal yang berbau musyrik.
“Yah, kemarin kita laksanakan, dan sangat meriah karena rumpung keluarga berkumpul dan ini kita acarakan dengan mengundang pejabat pemerintahan,” katanya, Selasa, (28/1).
Dia mengatakan, kegiatan ini dilakukan hanya untuk mempertahankan adat budaya leluhur dengan istila bugis ade toriolota.
“Utamanya untuk menjaga silatuhrahmi antara rumpun keluarga khususnya di Sidrap dan kelurahan massepe pada umumnya,” ucapnya.
Wakil Bupati Sidrap, H Mahmud Yusuf menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih, ini merupakan salah satu tradisi dan budaya Kita. Ini aset daerah,” lontar Mahmud.
Mahmud menambahkan tradisi dan benda-benda pusaka tersebut bisa menjadi salah satu objek wisata.
“Tempat penyimpanan benda-benda pusaka bisa menjadi tempat wisata. Hal ini sejalan program pemerintah mengembangkan potensi dan objek wisata di Kabupaten Sidrap,” tutup Mahmud. (ady/C)
“Maccera Arajang” Layak Jadi Objek Wisata
