Site icon Berita Kota Makassar

Pelajar Berprestasi Lolos dari Penculikan

MAKASSAR, BKM — Rabu siang (20/1). Di sebuah rumah petak Jalan Abdul Kadir Bagian Dalam Blok 1N/Lorong Buntu Kompleks Hartaco.
Seorang remaja perempuan mengenakan baju kaus lengan pendek berkerah duduk di depan pintu. Namanya Irmayanti Putri Sagita. Usianya baru 16 tahun. Duduk di bangku kelas 1 SMK YPLP PGRI 01. Sekolah Irma tak jauh dari tempat tinggalnya.
Irma, begitu ia akrab disapa. Anak kedua dari lima bersaudara buah hati pasangan Irmanto (36) dan Sufiyanti (34). Bapaknya berprofesi sebagai mitra ojek daring. Sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.
BKM mendatangi kediaman keluarga ini, kemarin menyusul beberapa potongan video yang tengah viral. Dalam video tersebut, Irma yang mengenakan jilbab hitam mengaku menjadi korban penculikan. Sepanjang video, ia terus menangis sesungukan. Neneknya tampak berusaha menenangkan.
Kepada BKM, Irma menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya pada Selasa (28/1). Sekitar pukul 15.00 Wita, ia hendak ke rumah temannya bernama Ade di Jalan Daeng Tata 03.
Keluar dari lorong, Irman berdiri di depan sebuah minmarket. Tetiba sebuah mobil warna hitam berhenti tak jauh darinya. Sesaat kemudian turunlah seorang lelaki. Ia menanyakan alamat.
“Depan Indomart Hartaco, saya dihampiri laki-laki yang keluar dari mobil. Ia turun dan menanyakan alamat, tapi suaranya samar-samar. Saya bilang kalau suaranya tidak jelas. Dia langsung ambil sapu tangan lalu menutup hidung saya. Sejak itu saya tidak sadarkan diri,” aku Irma.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh dengan kondisi yang tidak sadarkan diri, Irma kemudian tersadar. Ia mendapati dirinya di dalam mobil dan tengah berada di satu tempat yang asing baginya. Suasananya sepi. Yang banyak hanya pepohonan rimbun.
Dari dalam mobil, dia melihat ada dua orang sedang berbicara di luar. Salah satunya lelaki yang menemuinya di depan minimarket Hartaco.
Merasa terancam, dia pun langsung mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Ia langsung mengabari orang tuanya. Menyampaikan bahwa dirinya sedang dalam penguasaan dua orang pria. Berada di tengah hutan dan gelap.
Setelah itu, Irma langsung mencari cara untuk bisa keluar dari dalam mobil. Namun sayang, kondisi yang sudah gelap, ditambah lagi banyaknya pohon yang mengelilingi, membuatnya pasrah. Sempat dia mendengar obrolan yang akan mengambil dua bola matanya, atau opsi lain menyerahkan uang senilai Rp5 miliar.
“Saya hanya bisa menangis. Tidak tahu mau buat apa lagi. Sampai akhirnya saya dikeluarkan dari mobil. Selanjutnya diikat di batang kayu. Yang dipakai mengikat saya itu tali pramuka.Setelah saya diikat, mereka pergi,” terangnya.
Tidak cukup berselang, tiba-tiba saja dia dihampiri seorang bocah perempuan. Entah dari mana asalnya, anak yang diperkirakan berusia 6 tahun itu lalu mengajaknya untuk bermain sembunyi-sembunyian alias petak umpet. Namun Irma mengaku tak bisa, karena tubuhnya terikat di pohon. Bocah yang oleh Irma disebutnya sebagai makhluk halus, langsung melepaskan tali yang melilit tubuhnya. Kemudian mengarahkannya keluar dari hutan.
“Itu adik bilang arah jalan pulang terus saja, kalau ada bambu kuning belok kanan. Setelahnya itu saya tidak lihat lagi itu anak. Saya langsung saja melihat banyak rumah, sudah ramai dan saya diam termenung,” ucapnya.
Tidak tahu lagi mau buat apa, Irma hanya terdiam duduk di tepi jalan. Tak lama, datang pengojek daring yang menawarinya untuk mengantar pulang. Dia pun mengiyakan, dan hingga akhirnya sampai di rumah dengan selamat.
“Sekitar jam sembilan malam sampai di rumah. Yang mengantar pulang driver ojek online. Katanya dia temukan ini Irma tak jauh dari pabrik roti di jalan poros Malino,” ungkap Sufiyanti, ibunda Irma yang mendampingi anaknya.
Sufiyanti menuturkan, sebelum kejadian yang menimpa anak gadisnya itu, ia sempat bertengkar dengan kakaknya di pagi hari. Saat itu Irma hendak berangkat ke sekolah. Hal itu juga diiyakan Irma.

Berprestasi

Seperti apa Irma di mata guru-gurunya? Untuk mendapat jawabannya, BKM mendatangi SMK YPLP PGRI 01. Ternyata, Irma adalah siswa berprestasi. Juara kelas dan aktif dalam kegiatan organisasi di sekolahnya.
“Itu (Irma) siswa terbaik saya. Dia baik, pintar dan ranking satu di kelas. Hari ini (kemarin) tidak masuk sekolah. Saya prihatin juga dengan kondisinya,” ungkup salah seorang guru.
Informasi yang diterima guru di sekolah ini, ketika duduk di bangku MTs Al-Hidayah, Irmayanti juga langganan juara kelas. Dia aktif di organisasi seperti OSIS, paskibra, pramuka dan tari.
”Tidak masuk sekolah (kemarin). Ibu dan bapak minta saya istirahat dulu untuk pemulihan,” ujar Irma.
Masyarakat di sekitar minimarket yang menjadi tempat pertama kali Irma diculik, mengatakan polisi sudah datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di sekitar lokasi ini diketahui ada dua kamera pengintai atau CCTV yang terpasang. Hanya saja, satu di antaranya tidak berfungsi ketika kejadian berlangsung. Sementara satunya lagi tidak menjangkau lokasi. (arf/rus)

Exit mobile version