Site icon Berita Kota Makassar

Polsek Biringkanaya Pertemukan Anak dengan Orangtuanya

MAKASSAR, BKM — Suatu pemandangan tidak lazim tampak di Mapolsek Biringkanaya pada Rabu malam (28/1) sekitar pukul 20.45 Wita. Seorang ibu paruh baya bernama Nurbaya (40) dengan wajah sembab datang ke Mapolsek Biringkanaya.
Kedatangannya bukan karena suatu kasus. Tapi dia datang untuk menjemput anaknya bernama Reski Karya Saputra (8). Beberapa jam sebelumnya, Nurbaya sempat terpisah dengan anaknya. Namun anaknya berhasil ditemukan seorang personel yang kebetulan berada di sekitar tempat anaknya menangis dan dikerumuni warga.
Penemuan bocah itu berawal ketika Bripka Mansyur keluar kantor bermaksud menyiram tanaman yang ada di depan Polsek Biringkananya. Tidak berlangsung lama, saat Bripka Mansyur menyiram tanaman, terjadi kepadatan kendaraan di jalan tepat di hadapannya saat mencari tahu apa penyebab kepadatan kendaraan tersebut.
Bripka Mansyur menemukan ada seorang anak di pinggir jalan yang menangis mencari ibunya, tepat di depan kantor Polsek Biringkanaya. ”Saat menemukan anak tersebut, pihak kepolisian langsung membawanya ke kantor dan menanyakan dimana dia tinggal. Tapi anak itu belum mampu berbicara baik karena masih berumur 8 tahun,” ujar Aipda Gernos Manda, saat ditemui di ruangannya, Kamis (30/1).
Karena anak tersebut belum mampu berbicara baik, beberapa anggota kepolisian Polsek Biringkanaya langsung menuju ke pasar baru (pasar yang tidak jauh dari tempat ditemukannya anak tersebut) guna memberi informasi kepada pengujung pasar baru yang merasa kehilangan anaknya agar segera ke kantor Polsek Biringkanaya.

Tidak berhenti begitu saja, pihak kepolisian juga menggunakan sosial media dengan langsung memviralkan Reski Karya Saputra di beberapa grub WhatsApp (WA) milik para petugas kepolisian yang bertugas pada waktu itu guna mempercepat Reski Karya Saputra bertemu keluarganya lagi
.
”Pada pukul 20.45 Wita, datang seorang ibu ke Polsek Biringkanaya bernama Nurbaya (40). Dia mengaku adalah ibu dari Reski Karya Saputra. Kami tidak langsung mempercayai begitu saja. Kami meminta bukti kartu keluarga (KK) dan beberapa saksi bahwa memang anak tersebut adalah anak dari Nurbaya. Tidak berselang lama, Nurbaya datang lagi dan membawa beberapa keluarganya dan selembar KK yang dibutuhkan pihak kepolisian,” ujar AIPDA Gernos Manda. (*mir)

Exit mobile version