MAROS, BKM — Bencana alam tanah amblas kembali terjadi di Kabupaten Maros. Bahkan kali ini ada beberapa titik. Lokasinya di pekuburan penduduk dan area tanah kosong Dusun Ujung, Desa Pattirodeceng, Kecamatan Camba. Berdiameter lebar 5 meter dan kedalaman 4 meter.
Peristiwa ini pertama kali diketahui masyarakat setempat pada Minggu (2/2) pukul 07.00 Wita. Hj Tira salah seorang saksi mata mengatakan, pada hari Sabtu hingga malam hari, wilayah Camba terus diguyur hujan lebat disertai angin kencang.
Menjelang pagi hari, tetiba terdengar suara runtuhan yang dibarengi pohon tumbang. Ia kemudian melihat tanah amblas. Di atas tanah tersebut terdapat enam kuburan. Lima di antaranya ikut tersedot ke dalam tanah.
” Saya melihat secara langsung tanah pekuburan itu bergerak lalu masuk di kedalaman sekitar empat meter,” ujar Hj Tira, kemarin.
Menyaksikan kejadian itu, Hj Tira kemudian memanggil tetangganya untuk melihat secara langsung. Disusul beberapa tetangga lainnya. ”Banyak saksi mata yang melihatnya secara langsung,” imbuhnya.
Selain tanah pekuburan yang amblas, lokasi tanah milik Intan yang tak jauh dari kejadian pertama juga ikut amblas dengan diameter yang sama. Warga semakin resah, karena di kawasan tersebut ada rumah penduduk. Mereka khawatir tanah perumahan itu sudah ada rongga di bawahnya, dan sewaktu-waktu juga akan amblas seperti tanah pekuburan dan tanah kosong yang tidak jauh dari lokasi kejadian awal.
“Mudah mudahan rumah yang berdiri di dekat tanah amblas aman dari bencana alam yang terjadi,” harap Hj Tira.
Kabag Protokol Pemkab Maros Hj Andi Darmawati Sukiman yang dihubungi, kemarin membenarkan kejadian itu. Beberapa titik tanah amblas sudah dipasangi garis polisi oleh petugas Polsek Camba. Langkah ini dimaksudkan agar warga tidak berada di sekitar lokasi, karena dikhawatirkan tanah sekitarnya ikut amblas.
“Petugas kepolisian dan warga sekitar sudah mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang mendekat,” ujarnya.
Dikatakan Darmawati, Pemerintah Kecamatan Camba mengimbau kepada pengunjung dan warga yang bermukim di sekitar tanah amblas untuk tidak mendekati lubang. Apalagi ada yang berkeinginan mencoba mencari tulang belulang pada kuburan yang ikut amblas ke dalam lubang. Karena sangat memungkinkan ketika insentitas hujan tinggi akan membuat lubang tersebut semakin meluas, sehingga warga sekitar diminta tetap waspada.
“Kami berharap instansi terkait, khususnya lembaga geologi turun melakukan penelitian terkait. Minimal dapat mencegah serta meminimalisir adanya korban maupun kerugian lain yang dapat ditimbulkan,” tandasnya. (ari/c)
Banyak Tanah Amblas, Lima Makam Tersedot
