Site icon Berita Kota Makassar

Belajar Manajemen Pendidikan, Disdikbud ke Malaysia

SOPPENG, BKM — Rombongan studi tour Disdikbud Soppeng berjumlah 53 orang disambut Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI KL M Farid Ma`ruf di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur, Malaysia baru-baru ini.

Kadisbud Soppeng Muh Azis mengatakan alasan memilih Malaysia sebagai tempat studi tour karena tingkat pendidikan di Malaysia maju dan berkembang pesat.
“Jika pada tahun 60-an model manajemen pendidikannnya berkiblat ke Indonesia, dengan banyaknya guru Indonesia yang ditugaskan mengajar ke Malaysia kini Malaysia sudah berbenah diri dengan menugaskan gurunya belajar ke luar negeri, Malaysia berjaya dengan konsep manajemen pendidikan, istiqomah, berintegritas dan komitmen pada aturan,” ujar H Azis.
Saat menerima rombongan Disdikbud Soppeng M Farid Ma`ruf, mengatakan di Malaysia untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik kuncinya adalah istiqomah.
“Di Malaysia ada pendidikan dasar enam tahun dan pendidikan menengah lima tahun. Ada juga foundation antara 1 – 2 tahun. Di foundation ini, jika ada yang termasuk top lima, maka boleh daftar di perguruan tinggi”, ungkapnya.
Selama 2-3 tahun di SD tidak ada ujian kecuali kelas 6. Jadi dasar untuk masuk perguruan tinggi adalah melihat nilai raport.
Integritas juga penting, jika integritas baik maka pendidikan juga baik. Misalkan guru memberikan nilai tidak sesuai yang sebenarnya. Maka rata-rata rapor penentuan masuk tidaknya ke perguruan tinggi karena nilai rapor adalah nilai yang sebenarnya, tidak ada nilai yang tidak sesuai. Jadi guru berperan penting agar berani memberikan nilai sesuai yang sebenarnya.
Koordinator peserta study tour Muhammad Husni, Kepala SMPN 3 Watansoppeng untuk kepala sekolah SMP turut memberikan komentar dari hasil pemantauan di sekolah di Malaysia. (ono/C)

Exit mobile version