Site icon Berita Kota Makassar

Masjid Kurir Langit Didapuk Duta Intim

A Pakistani Muslim prays for tsunami victims during the Friday noon prayer at a mosque in Islamabad, 07 January 2005. Pakistani people observed "Yom-e-Dua or "Prayer Day" across the nation to pray for the victims of the tsunami disaster, which has claimed so far 165,000 lives after it devastated the Asian coastline on 26 December 2004. AFP PHOTO/Jewel SAMAD

BARRU, BKM — Presiden Kurir Langit Syahid Fii Sabilillah tampil sebagai nara sumber mewakili Indonesia Timur (Indtim) pada workshop manajemen nasional yang digelar BMI-Muslim Center At Taubah di Serang, Provinsi Banten, Sabtu(1/2).
Masjid Kurir Langit menjadi duta dalam workshop manajemen nasional bersama masjid Jogokariyan mewakili Indonesia barat. Kedua perwakilan masjid ini menjadi rujukan dalam tata kelola, sehingga dibedah dalam workshop manajemen masjid tersebut.
Syahid memaparkan masjid tersebut dibangun dari nol rupiah nol meter oleh anak-anak muda dibawah umur 30 tahun bahkan dibangun tanpa proposal.
“Kini masjid Kurir Langit menjelma menjadi masjid multimanfaat yang punya begitu banyak program dan pelayanan kepada jamaah dan umat bahkan bukan hanya warga sekitar masjid, tapi juga lintas daerah dan provinsi. Kegiatan ini dihadiri banyak DKM dari berbagai kota lintas provinsi,” kata Syahid.
Dia menambahkan dirinya bersama Ustadz Muhammad Jazir, Dewan Syuro Masjid Jogokariyan menjadi narasumber memacu optimasi pengelolaan masjid.
“Masjid adalah sentra pelayanan keumatan, masjid harus memaksimalkan infaq jamaah kembali dimanfaatkan untuk kemakmuran jamaah, bukan diendapkan bahka jika perlu diproduktifkan agar masjid tidak bergantung pada kotak amal.” tandas Ustadz Jazir.
Masjid Kurir Langit mendorong masjid menjadi pusat peradaban, Masjid harus punya program pendidikan dan pembinaan umat, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan dan paling penting Masjid hadir melayani kebutuhan kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim dan penghafal Quran.
(udi/C)

Exit mobile version