BULUKUMBA, BKM–Kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) dan pemilihan bupati (Pilbup) serentak 23 September mendatang menjadi tantangan tersendiri bagi partai politik kedepan.
Dari 12 daerah yang akan melaksanakan Pilwali dan Pilbup, Partai Golkar baru mengeluarkan satu surat tugas untuk kader internal mereka yakni di Bulukumba. Partai berlambang pohon beringin rindang ini telah memberikan surat tugas kepada ketua DPD II Golkar Bulukumba, Andi Hamzah Pangki (AHP).
Hanya saja surat tugas itu bukan jaminan jika Hamzah Pangki yang akan mendapat rekomendasi dari DPP Golkar. “Kalau surat tugas baru di Bulukumba, kalau daerah lain tidak,” kata Sekertaris DPD I Golkar Sulsel, Abdillah Natsir, Senin (3/2).
Dirinya menyebutkan surat tugas diberikan kepada Andi Hamzah Pangki itu karena Golkar tak mampu mengusung satu paket kader mereka, apalagi yang menjadi wakil bupati bukan kader partai beringin sehingga perlu kerja keras. “Golkar Bulukumba membutuhkan itu untuk bekerja lebih maksimal,” ucapnya.
Walau surat tugas keluar, kata Abdillah Natsir belum mutlak Golkar akan memberikan usungan kepada Hamzah Pangki, karena dia harus mencukupkan koalisi parpol menjadi delapan kursi sebagai syarat untuk mendaftar di KPU.
“Tetapi tidak menjadi mutlak, bahwa itulah nanti akan dilihat, dan itu dipakai untuk bekerja. Bukan dalam bentuk rekomendasi,” tegasnya.
Sementara itu, Bakal Calon Bupati Bulukumba, Jamaluddin M Syamsir (JMS), punya harapan tersendiri untuk hari jadi Bulukumba yang ke-60.
Kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi itu, bakal genap berusia 60 tahun, pada Selasa (4/2/2020).
Di usia Bulukumba yang telah lebih dari seperdua abad ini, JMS, akronim namanya, berharap Bulukumba sudah harus berjaya.
“Sudah waktunya Bulukumba berjaya. Tahun ini, sebagai tahun politik, harus menjadi motivasi untuk kita memilih nahkoda Bulukumba yang tepat,” kata JMS, Senin (3/2).
Untuk membuat Bulukumba berjaya, kata dia, dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi misi yang jelas, pun jaringan atau networking yang luas.
Bulukumba yang dikenal sebagai daerah religius, yang dibuktikan dengan sejarah Dato Ri Tiro, adalah pondasi yang baik untuk daerah berpenduduk kurang lebih 400 ribu jiwa itu.
Belum lagi potensi wisata, mulai dari gunung hingga lautan, Kabupaten Bulukumba mempunyai itu.
Lebih-lebih sektor pertanian. Bulukumba kata Jamal, adalah lumbung padi di wilayah selatan Sulsel.
Olehnya, Bulukumba harus menjadi penyangga pangan di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Lahan persawahan di Bulukumba, kata mantan Tenaga Ahli Mensos Idrus Marham ini, termasuk salah satu terluas di Sulsel. (min/rif/c)
Surat Tugas AHP Dipakai Untuk Bekerja
