Site icon Berita Kota Makassar

Ada Kopi Stamina Jebret dan Anti Pelakor

WARUNG kopi alias warkop kini telah bermetamorfosis. Nama dan sajian menu dikemas sedemikian rupa guna menarik perhatian pengunjung untuk datang. Salah satunya Warkop Daeng Te’ne.

”TITIP Suami Anda di Sini, Kami Manjakan dengan Kopi.” Begitu tulisan yang tertera di depan dua bangunan ruko (rumah toko) yang dijadikan satu. Lokasi ini berada di dalam kawasan Grand Mall Batangase, Kabupaten Maros.
Nama sebenarnya tempat ini adalah Warkop Daeng Te’ne. Namun belakangan lebih populer dengan sebutan warkop penitipan suami. Hal itu dikarenakan tulisan yang ada di bagian depan warkop.
Selain itu, yang lebih kental lagi sehingga disebut warkop penitipan suami, karena di tempat ini menyajikan sejumlah menu yang unik. Tentunya yang erat kaitannya dengan bapak-bapak sebagai suami.
Sebut saja kopi stamina jebret, kopi sayang istri, kopi anti pelakor, kopi tidak selingkuh, kopi lelaki setia, dan kopi suami setia. Jika menilik dari namanya, tentu membuat penasaran untuk menikmati citarasanya.
Teguh Iman selaku pengelola Daeng Te’ne Kopi beralasan, pilihan nama-nama racikan itu tidak lain untuk menyelaraskan julukan warkop penitipan suami.
“Untuk setiap menu memiliki filosofi, cara penyajian, racikan dan metode yang berbeda. Salah satu contoh, racikan kopi stamina jebret. Pada umumnya seperti dengan kopi susu biasa. Namun di warkop kami, yang membedakan ialah kopi teko kuning yang suhu airnya mencapai 95 derajat, dicampur dengan kuning telur ayam kampung dan susu kental manis,” terang Tama, sapaan akrab Teguh Iman.

Di kalangan penikmat kopi yang berkunjung di Warkop Daeng Te’ne, kopi stamina jebret berada di urutan pertama yang selalu dipesan pengunjung. Di posisi kedua ditempati menu kopi tidak selingkuh. Perbedaan antara keduanya ada pada cara penyajian dan jenis kopi yang digunakan.
”Yang paling sering dipertanyakan itu kopi tidak selingkuh. Karena prosesnya menggunakan cara tradisional Vietnam. Seperti memakai penyaring yang terbuat dari besi. Kenapa dia tidak selingkuh? Karena susu dan kopinya itu kami tidak pisahkan. Jadi mereka tetap bersama,” terangnya.
Selain kopi, warkop ini juga menyajikan aneka jenis kue sebagai teman minum para pengunjung. Bukan penganan modern, melainkan kue-kue tradisional. Seperti kue binka, pawa, pisang peppe, pisang epe’, hingga barongko.
Sebelumnya, keberadaan warkop ini sempat viral di media sosial karena disebut sebagai tempat “penitipan suami.” Ternyata, para suami yang mengantarkan istrinya ke Grand Mall Batangase biasanya singgah sekadar untuk ngopi sembari menunggu istrinya yang sedang berbelanja.
BKM yang berkunjung ke warkop ini mendapati ada banyak pria tengah menikmati kopi. Umurnya kira-kira paruh baya. Tapi ada pula yang masih muda.
”Sambil menunggu istri dan anak-anak belanja di dalam (Grand Mall), saya ngopi dulu di sini. Kopinya di sini beda dari yang lain,” ujar seorang pria pengunjung warkop, kemarin. (ari/rus)

Exit mobile version