GOWA, BKM — Panitia seleksi calon aparatur sipil negara (Pansel CASN) Gowa berhasil menggagalkan upaya salah seorang peserta yang menggunakan jasa joki. Kehadiran joki terendus saat pansel melakukan verifikasi data peserta di hari terakhir, atau hari keempat seleksi di Baruga Karaeng Galesong kantor Bupati Gowa, Selasa (4/2).
Nama peserta seleksi yang dijokikan adalah Andi Armayudi Syam. Hal ini ketahuan setelah pansel menelusuri data peserta berdasarkan nomor ujian. Yang muncul adalah nama Andi Armayudi Syam dengan data pribadi NIK-7302040309910002, nomor peserta ujian 19730211300000534, jenis kelamin lakilaki, tempat tanggal lahir Borong, 3 September 1991 dengan formasi yang didaftar tenaga pengolah data pelayanan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa Muh Basir, membenarkan adanya upaya joki pada seleksi CASN Gowa.
“Iya benar, panitia seleksi dari BKPSDM Gowa berhasil mengagalkan upaya menggunakan jasa joki. Karena tahapan yang peserta harus lalui itu berlapis dan sangat ketat, sehingga upaya joki untuk bisa masuk ikut tes digagalkan di tahapan verifikasi peserta,” jelas Basir.
Dikatakannya, joki itu ketahuan ketika panitia melakukan pemeriksaan barcode tes dan pemeriksaan kartu tes. Saat itu panitia menemukan hal yang mencurigakan. Di kartu tes Andi Armayudi Syam ini sangat berbeda dengan stempel asli panitia dengan kartu tesnya, tapi bukan nomor tes yang berbeda.
“Kemudian panitia meminta KTP dan diteliti dengan data pendaftaran yang kami miliki, dan ternyata berbeda. Nah, pada saat panitia sibuk mencocokkan data peserta tersebut, si joki minta izin ke toilet. Ternyata itu dijadikan kesempatan bagi dirinya untuk melarikan diri. Saat itu sempat dibuntuti, tapi telat karena jokinya sudah kabur duluan,” jelas Basir menceritakan kronologisnya.
Demi memastikan kebenaran masalah tersebut, lanjut Basir, pihak panitia menelusuri kehadiran peserta atas nama Andi Armayadi Syam tersebut di lokasi ujian.
“Kita cross cek data, namun yang bersangkutan memang tidak hadir hingga ujian selesai. Panitia telah melaporkan praktik perjokian ini ke kepolisian untuk diusut,” jelas Basir lagi.
Meski sempat ada joki, namun Basir memberi apresiasi terhadap pengawasan yang dilakukan oleh panitia. “Kami bersyukur, karena dengan ketatnya panitia, joki ini tidak lolos. Harapan kami pelakunya ini bisa terungkap dan tidak ada lagi kejadian seperti ini di masa mendatang,” kata Basir.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi terkait kasus perjokian tes CASN tersebut, Rabu (5/2). mengatakan hingga kini belum ada laporan masuk dari pihak pansel.
“Belum ada. Kemarin saya sudah cek, belum ada laporannya masuk. Begitu pun hari ini (kemarin), saya kembali cek namun belum juga ada laporan dari sana,” kata AKP Mangatas Tambunan.
Sementara itu, Kasubid Formasi dan Pengadaan Pegawai pada BKPSDM Gowa Arham yang dikonfirmasi, kemarin mengatakan untuk laporan memang baru secara lisan dilakukan pihak pansel CASN.
“Untuk laporan tertulis, kami baru mau menghadap ke ketua pansel (Sekkab Gowa) untuk minta petunjuk beliau,” kata Arham.
Diakui, pihaknya terlambat mejindaklanjuti hal ini disebabkan kesibukan panitia menyelesaikan pelaksanaan seleksi CASN di hari terakhir. (sar/rus)
Joki CASN Kabur saat Izin ke Toilet
