GOWA, BKM — Kondisi Kabupaten Gowa untuk wilayah perkotaan dataran rendah itu minus sembilan liter berdasarkan hasil perhitungan survei. Sehingga sulit bagi pihak PDAM Tirta Jeneberang Gowa untuk melakukan pengembangan perluasan jaringan dan peningkatan cakupan pelayanan. Karena itu, satu-satunya jalan adalah menambah kapasitas produksi.
Hal itu dikatakan Direktur Utama PDAM Tirta Jeneberang Gowa, Hasanuddin Kamal, kepada Berita Kota Makassar di kantornya, Rabu (5/2).
Hasanuddin mengatakan, untuk menambah kapasitas produksi tentu membutuhkan biaya tidak sedikit, minimal Rp16 miliar.
”Sementara bantuan dari APBN dan APBD 1 tidak sampai. Sehingga apa yang kami lakukan, dengan melakukan pembangunan instalasi bekerjasama swasta. Swasta ini membangun nanti. Setelah dibangun, maka saya operasikan dan saya cicil. Maksudnya PDAM Gowa,” kata Hasanuddin.
Namun diakui Hasanuddin, regulasi untuk itu sangat panjang. Karena pihaknya tidak mau hal ini bermasalah. Maka peraturan direksi mengacu pada peraturan bupati untuk pengadaan regulasi itu.
”Peraturan direksi ini pun saya mintakan pendapat hukum dari kejaksaan. Sehingga betul-betul pelaksanaan kegiatan ini sesuai peraturan yang berlaku. Dan belum lama ini bapak Bupati Gowa telah menerima pendapat hukum tentang pembangunan IPA 100 liter per detik dari bapak Kajari Gowa,” jelas Dirut lagi.
Dikatakan, pihak kejaksaan sudah melakukan audiens ke Kementerian PUPR tentang mekanisme dan regulasi sebelum mengeluarkan pendapat hukum terhadap peraturan direksi yang menjadi dasar dari pembangunan proyek IPA 100 liter per detik itu.
”Kembali lagi saya katakan, sama sekali kita kehabisan produksi, tidak ada pengemban yang bisa kami layani sekarang. Bahkan, perumahan-perumahan dan rumah penduduk pun hanya satu dua yang bisa kami layani. Tapi Insya Allah dengan terbangunnya 100 liter per detik di poros Malino nanti yang air bakunya bersumber langsung dari waduk Bilibili, maka kami bisa menambah tidak kurang dari 10 ribu sambungan. Paling tidak ini bisa memenuhi kebutuhan dalam satu dua tahun ke depan,” beber Hasanuddin.
Hasanuddin menambahkan, 100 liter per detik ini merupakan kebutuhan antara. Karena PDAM Tirta Jeneberang masih tetap berharap pembangunan IPA Regional 1.000 liter yang dibangun pemerintah provinsi itu dapat terwujud. Karena disitu PDAM Tirta Jeneberang dapat porsi 200 liter per detik.
Menurut Hasanuddin, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Gowa makin hari semakin pesat. Sehingga tidak berbanding dengan pertumbuhan PDAM dalam melayani kebutuhan air bersih.
Jumlah pelanggan saat ini di Gowa, total 40 ribu yang tersebar mulai dari Malakaji sampai Malino. Kalau Malakaji, Parangloe, Bontonompo, Bajeng, masih bisa menambah sambungan.
”Tapi khusus di Bontomarannu, Somba Opu, Pattalassang, Pallangga, Barombong ini yang buat kami kesulitan,” katanya. (sar/mir)
