GOWA, BKM — Sensus Penduduk (SP) 2020 yang mulai dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beberapa waktu lalu akan mulai dijalankan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Indonesia.
Salah satu daerah yang segera melaksanakan itu adalah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.
Pemkab Gowa akan mengupdate kembali data kependudukan di wilayah Kabupaten Gowa yang terdiri dari 18 kecamatan.
Wakil Bupati (Wabup) Gowa, Abd Rauf Malaganni, usai menghadiri pencanangan Sensus Penduduk 2020 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Sandeq Balroom Hotel Claro Makassar, Kamis (6/2), mengatakan, sensus penduduk sangat penting dilakukan untuk menghasilkan satu data kependudukan yang valid dan akan dijadikan data dasar untuk membuat perencanaan diberbagai bidang.
”Kami selaku pemerintah daerah akan selalu mengawal sensus penduduk ini bersama BPS Gowa. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengisian data secara mandiri melalui website sensus.bps.go.id untuk mengupdate data penduduk yang ada di Disdukcapil agar lebih sempurna. Karena sensus ini dilakukan per 10 tahun sekali,” kata Rauf Wabup didampingi Asisten Pemerintahan Pemkab Gowa, Muhammad Rusdi.
Di tempat yang sama, Kepala BPS Gowa, Usman, mengatakan, SP kali ini cukup berbeda. Karena dilakukan dalam dua tahap. Yakni secara online dan wawancara dengan mendatangi rumah warga.
”Sensus secara online dilakukan mulai 15 Februari sampai 31 Maret 2020 yang dilakukan secara mandiri dengan mengakses website sensus.go.id oleh anggota keluarga. Wawancara dilakukan apabila masih ada warga yang belum mengisi secara online dengan mendatangi rumah warga yang terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan dimulai 1 sampai 31 Juli 2020 mendatang,” kata Usman.
Untuk tahap wawancara, kata Usman, pihaknya menargetkan akan menyiapkan 1.050 petugas dengan dilakukan perekrutan nantinya. ”Jadi website yang disiapkan semuanya sudah tersinkron dengan data Dukcapil. Jadi jika ada masyarakat yang belum mengisi secara online, itu akan kelihatan. Inilah tugas petugas yang nanti mendatangi warga untuk melakukan wawancara langsung ditahap kedua tersebut,” jelasnya.
Olehnya itu ia berharap, agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam meningkatkan persentase keikutsertaan Kabupaten Gowa. Apalagi saat ini jumlah penduduk di Gowa mencapai 772.684 jiwa. Jadi semakin banyak masyarakat yang mengisi secara online maka semakin sedikit yang akan dilakukan wawancara.
Dalam kegiatan itu turut dilakukan penyerahan perjanjian hibah antara BPS dengan Pemkab Gowa tentang hibah barang milik negara berupa bangunan gedung kantor permanen dan pagar permanen kepada Pemerintah Kabupaten Gowa. (sar/mir)
