DI MANA ada kemauan, di situ ada jalan. Hal ini dipegang teguh oleh Januar Mansur dalam merintis usahanya.
Disadri olehnya, bahwa yang namanya usaha pasti menghadapi kesulitan dan tantangan dalam mengembangkannya. Tapi Januar menyiasati kesulitan merintis usaha dengan perasaan ikhlas.
“Pasti ada (hambatan), tapi saya berusaha menyiasatinya dalam mengelola. Karena bukan hanya masalah uang atau tidak untung. Kesulitan juga datang dari mengelola SDM (sumber daya manusia),” tuturnya.
Dulu, kenangnya, waktu masih di awal-awal merintis usaha, karyawannya silih berganti masuk dan keluar. Selain itu, ada pula di antaranya yang berlaku tidak jujur. ”Yang begitu, kalau tidak dicarikan solusi, akan berhenti beroperasi ini usaha,” ujarnya.
Terlepas dari kesulitan yang dihadapi, Januar sudah memikirkan secara matang-matang untuk membuka usaha laundry, percetakan sablon, serta sekolah enterpreneur.
“Sebelum mau usaha ini, seperti laundry, itu sudah saya pikir untung ruginya. Karena usaha seperti ini sudah termasuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Jika mau kita bandingkan antara usaha makanan dengan laundry, saya lebih memilih usaha laundry saja,’ jelasnya.
Usaha lain pun ia buka setelah merasa diri bisa menangkap peluang baru. Ia memanfaatkan yang bisa bertahan lama dan selalu dicari orang.
”Kalau untuk usaha sablin, saya lebih pada pengelolaannya saja. Sisanya itu diatur istri, karena memang dia alumni teknik desain. Saya membangun ini betul-betul hasil jerih payah kami berdua,” katanya.
Berka kerja keras dan ketelatenannya dalam berusaha, kini omzet yang bisa dibukukan Januar untuk satu jenis usahanya saja bisa mencapai Rp35 juta hingga Rp50 juta setiap bulan. Jumlah pegawai yang dipekerjakannya sebanyak 18 orang yang menyebar di beberapa tempat usahanya.
Strategi Januar untuk memancing konsumen untuk datang adalah melakukan promosi-promosi. Di antaranya menawarkan diskon 50 persen dan membuat spanduk kecil pada bidang usaha sablonya.
“Omset dalam sebulan terkadang Rp25 juta. Itu kalau lagi sepi. Tapi biasa mencapai Rp35 juta. Itu untuk usaha laundry saja. Kalau sablon, kita ambil partai biasanya sampai Rp50 juta. Itu pernah karena lagi ramai-ramainya. Untuk sekolah yang saya buat, itu tidak seberapa. Saya memang suka mengajar,” terangnya.
Januar juga membagikan kunci suksesnya dalam menjalani usahanya sehingga bisa seperti sekarang. Ia rutin bersedekah. Dari hasil kerja kerasnya selama ini, selalu ia sisipkan untuk bisa berbagi kepada orang tidak mampu. Juga memberikan sumbangan ke masjid. Sebab itu yang ia pelajari, dan juga tanamankan kepada seluruh enterpreneur yang belajar padanya.
“Saya tidak hanya berikan garansi kepada konsumenku. Tapi saya juga garansi usahaku untuk selalu bersedekah. Bahkan semua yang belajar bisnis ke saya, mereka tanya apa kunci usaha saya. Saya jawab satu, yaitu bersedekah. Kita untung sedikit, kalau mau sedekah pasti usaha akan lancar. Intinya begitu dan itu nyata ke saya,” kuncinya. (ita)
