MAKASSAR, BKM — Sejumlah nama bakal calon wali kota Makassar terus berburu untuk mendapatkan dari Partai Golkar. Sampai saat ini DPD I Partai Golkar Sulsel memastikan akan mengirim lebih dari satu nama ke DPP.
Langkah pengiriman nama lebih dari satu tersebut karena ada sejumlah bakal calon yang mendaftar memiliki berkas yang lengkap hingga mengikuti semua proses yang dilakukan oleh tim 9 Golkar Sulsel.
“Lebih dari satu nama yang kita akan kirim ke DPP,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid, Minggu (9/2).
Soal nama bakal calon yang akan dikirim ke DPP, NH mengaku belum bisa menyampaikan. Alasannya, ia sedang menggelar pertemuan dengan tim 9 Golkar Sulsel. Setidaknya, sisa enam nama bakal calon yang bersaing masuk dalam tiga nama yang akan dikirim ke DPP.
Informasi yang dikumpulkan koran ini, mereka yang bersaing ketat adalah Irman Yasin Limpo alias None, Syamsu Rizal MI alias Deng Ical, dan Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny. Dua nama bakal calon lain yang disebut-sebut, yakni Haris Yasin Limpo alias Nyanyang dan Julianti Noor.
Sebelumnya, ada dua nama bakal calon yang tidak mengikuti uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper tes di tim 9, yakni Sukrinasyah S Latief alias UQ dan Syarifuddin Daeng Punna alias SAdAP.
Sementara pada empat daerah lain, Golkar berpeluang mengirim satu nama ke DPP. Masing-masing Basli Ali yang juga bupati Selayar, Andi Kaswadi Razak yang saat ini menjabat bupati Soppeng, Bupati Luwu Timur Thoriq Husler, dan Bupati Luwu Timur Indah Putri Indriyani.
“Daerah lain, selain butuh koalisi, juga bukan petahana,” ujar NH yang didampingi dua juru bicara Golkar, masing-masing Muhammad Risman Pasigai dan Makbul Halim. Juga hadir Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Rusni Kasman dan ketua DPD II Golkar Toraja Utara Frederik Victor Palimbong.
Daerah yang butuh koalisi seperti Bulukumba, Pangkep, Barru, Toraja, dan Toraja Utara. Termasuk Gowa.
Untuk pilbup Gowa, NH juga memberi respon kepada Plt Ketua DPD II Golkar Gowa Hoist Bachtiar agar siap-siap maju di pilbup. NH beralasan, Hoist merupakan politisi ulung dan berpengalaman sebagai anggota DPRD Sulsel empat periode.
Ketika ditanya soal kekaderan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, NH yang kini namanya tercatat sebagai salah satu wakil ketua umum di DPP Golkar, mengaku jika Adnan Purichta masih tercatat sebagai kader partai berlambang pohon beringin rindang. “Pak Adnan itu masih kader Golkar,” ujar NH serius.
Sebelumnya, Adnan Purichta dan Hoist Bachtiar banyak disebut akan maju di Musda Golkar Sulsel, manakala NH diminta fokus membesarkan DPP Golkar. Selain Adnan dan Hoist, nama lain yang juga banyak disebut yakni Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriyani, adik NH yakni HA Kadir Halid, serta mantan bendahara Golkar Sulsel Rusdin Abdullah.
“Soal Musda Pak NH akan konsultasi dulu ke ketua umum (DPP Golkar Airlangga Hartarto),” ujar Makbul Halim.
PAN Tunggu Hasil Kongres
Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar juga belum memutuskan nama untuk Pilwali nanti. Bahkan sejumlah pengurus belum sepakat soal nama-nama bakal calon yang cukup banyak mendaftar.
Ada kesan jika kader PAN terbagi dalam tiga kubu. Ada yang cenderung memprioritaskan Irman Yasin Limpo. Ada pula yang ke Munafri Arifuddin. Termasuk ke Mohammad Ramdhan Pomanto. Kini muncul nama baru, yakni Taufik Fachruddin yang juga adik ipar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Andi Yusran Paris yang dimintai soal adanya kesan kubu-kubuan dalam memprioritaskan bakal calon,langsung membantahnya. Mantan ketua Fraksi PAN DPRD Sulsel ini menegaskan belum ada yang berpeluang. “Semuanya masih dinamis,” ujar Yusran Paris, Minggu (9/2).
Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi juga mengemukakan hal sama untuk Makassar. Hanya saja, ia meminta agar nanti dibahas setelah kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara. “Nanti setelah kongres,” kilahnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Makassar Hamzah Hamid, mengaku belum ada kecenderungan siapa yang lebih tepat diusung. “Kita masih tunggu petunjuk dari DPP,” ujarnya.
Hal berbeda dialami oleh dua politisi PAN di Kabupaten Maros dan Bulukumba. Di pilbup Maros, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan telah menyerahkan rekomendasi kepada AS Chaidir Syam dan Hj Suhartina Bohari.
Sementara di Bulukumba, DPP PAN juga telah menerbitkan surat tugas kepada Andi Zulkarnain Pangki agar mencari partai koalisi dan pendamping. (rif)
