Site icon Berita Kota Makassar

50 Ha Lahan Konservasi Dirambah

GOWA, BKM — Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong mengendus adanya puluhan hektare lahan konservasi hutan yang dirambah tepatnya di kawasan Pos 1 dan 2 kaki gunung Bawakaraeng.

Hal itu diketahui setelah beberapa warga melihat adanya tanaman kopi ditanam dan tingginya berkisar 50 centimeter.

Berdasarkan hasil laporan masyarakat, akhirnya pemerintah kecamatan pun menindaklanjuti dengan meninjau langsung lokasi di area lahan yang dirambah. Tepatnya di pos 1 dan pos 2. Aksi perambahan ini juga diperkirakan hingga sampai di pos 5 Gunung Bawakaraeng.

Minggu pagi (9/2), Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz bersama Tripika setempat yakni Kapolsek Tinggomoncong, Iptu Hasan Fadhlyh dan jajaran Koramil Tinggimoncong melakukan perjalanan pendakian menuju pos-pos yang dirambah. Rombongan survei ini sebanyak 200 orang.

”Kami bersama Tripika, lurah Pattapang, kepala lingkungan Kampung Baru beserta kurang Lebih 200 warga Kampung Beru dan Lembanna,0 jam sembilan pagi bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Lokasi tersebut masuk wilayah Lingkungan Kampung Beru dan Lingkungan Lembanna. Kami 
tiba di lokasi dan mendapati area pos 1 dan 2 Gunung Bawakaraeng sudah dikapling-kapling dan ditanami
kopi di atas lahan bekas kebakaran hutan yang terjadi beberapa bulan lalu. Kami juga mendapati tenda yang terpasang di area tersebut yang diduga dibangun oknum perambah hutan tersebut,” jelas Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz.

Sebagai upaya tindakan yang dilakukan pihak pemerintah kecamatan, maka tanaman-tqnakan kopi yang telah ditanam di atas lahan konservasi itupun dicabuti. Batang-batang bibit kopi tersebut disita sebagai barang bukti.

”Tanaman-tanaman kopi yang kami temukan banyak itu, oleh Tripika sepakat dicabut kemudian diamankan sebagai barang bukti pihak Polsek Tinggimoncong. Kami juga bergerak membongkar tenda yang diduga dibangun oknum-oknum tersebut dan juga dijadikan barang bukti. Langkah kami selanjutnya, memerintahkan lurah Buluttana dan kepala lingkungan Kampung Beru untuk melakukan posko bersama masyarakat di titik-titik jalur masuk oknum tersebut melakukan perambahan,” tambah Andry. (sar/mir)

Exit mobile version