Site icon Berita Kota Makassar

Didemo PMII, Dewan Jadwalkan RDPU

BONE, BKM — Sekelompok massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone kembali mendatangi gedung DPRD setempat, Senin (10/2). Mereka menyuarakan lagi desakan kepada dewan untuk menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait rencana pembangunan tower 10 lantai.
Pekan lalu di hari Senin (3/2), massa PMII telah melakukan aksi serupa di tempat yang sama. Namun tak satu pun anggota legislatif yang hadir menemui mereka. Pengunjukrasa akhirnya pulang dengan kecewa, dan berjanji akan datang kembali. Janji itu pu mereka realisasikan.
Dalam orasinya, juru bicara PMII mendesak DPRD agar melakukan RDPU menyusul polemik pembangunan tower di kalangan masyarakat Bone. Massa menilai, persoalan ini patut dicarikan solusi agar mendapat titik temu.
Ketua Umum PMII Cabang Bone Muhammad Sudri, jika tidak ada kejelasan dari anggota dewan terkait desakan mereka, massa akan menduduki gedung DPRD.
”Kami menegaskan bahwa tidak ada lagi alasan untuk menunda RDPU oleh DPRD Bone. Kami sudah cukup sabar menunggu kepastian dari DPRD yang hanya selalu menjanjikan untuk dilakukan RDPU, namun sampai saat ini belum terealisasi,” tandas Sudri.
Jika aspirasi ini tak juga direspons dewan, PMII mengancam akan mengeluarkan raport merah untuk wakil rakyat. Juga mengirimkan surat ke semua parpol sebagai bentuk ketidakperdayaan terhadap seluruh legislator yang kini duduk sebagai anggota dewan.
Tidak seperti aksi sebelumnya, saat berdemo kemarin mahasiswa langsung ditemui anggota DPRD Bone. Mereka adalah Wakil Ketua Indra Jaya bersama Abdul Salam dan Bahtiar Malla.
“Sebenarnya kami sudah melakukan rapat pimpinan untuk menetapkan waktu RDPU. Namun saat ini semua anggota DPRD sedang melakukan musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Insyaallah kita akan jadwalkan setelah musrenbang selesai,” janji Indra Jaya.
Meski sudah ada jawaban yang disampaikan pimpinan dewan, namun mahasiswa tetap mendesak agar RDPU dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Mereka kemudian ‘memaksa’ dan memberi waktu untuk pelaksanaan RDPU, yakni Kamis (20/2) pekan depan.
“Ya, karena mahasiswa meminta RDPU dilaksanakan tanggal 20 (Februari), maka kita sepakati pada tanggal itu. Mudah-mudahan sebentar (kemarin) sore kami bisa melakukan rapat pimpinan terkait hal itu,” tandas Indra Jaya. (*/rus)

Exit mobile version