MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Palopo berencana mensinergikan kinerja dengan pemerintah pusat dalam penanggulangan dan pencegahan bencana di daerahnya. Hal ini diungkapkan Wali Kota Palopo Judas Amir di sela-sela menghadiri Kegiatan Penataan Manajemen Penanggulangan Bencana di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (10/2).
Hadir dalam kegiatan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Doni Monardo, dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.
Judas mengatakan, bagian hutan lindung yang ada di antara perbatasan Tana Toraja dan Palopo tetap dijaga dan dilestarikan bersama pemerintah pusat.
Di hutan itu, dikatakan Judas, telah beberapa kali bermasalah dan menimbulkan bencana. Beberapa pihak dikatakannya ingin mengubah fungsi hutan, yang justru bisa membahayakan penduduk sekitar.
“Seakan-akan ada yang mau membuka kesempatan orang-orang tertentu untuk mengelola hutan lindung itu menjadi hutan wisata. Saya tidak setuju. Kita pelajatr riwayatnya. Tahun 2013 longsor di situ dan 300-an kepala keluarga mengungsi. Jadi kalau ini tidak dijaga, bisa datang lagi masalah setelah itu,” jelasnya.
Karena itu, Judas akan mensinergikannya dengan pemerintah pusat, dalam hal ini BNPB untuk lebih menjaga hutan tersebut. “Termasuk bekas bencana yang tidak terjaga di hutan itu, yang mau kita minta untuk diperbaiki,” ucap Judas.
Selain hutan, pencegahan bencana untuk masyarakat pesisir juga akan diprioritaskan. Contohnya di wilayah pantai Palopo, Judas mengatakan saat ini sudah mulai terkikis.
Bahkan jika air surut, terlihat jelas terkikisnya wilayah pantai ini mencapai 800 meter dari bibir pantai. Hal ini juga yang coba akan disinergikan oleh Pemkot Palopo.
“Pantai kita juga sekarang terkikis ombak. Itu yang mau kita sinergikan. Mungkin kita akan minta bantuan supaya pantai bisa dikelola kembali untuk ditempati masyarakat. Mungkin ada kantin dan sebagainya,” jelas Judas. (nug/rus)
Pemkot Palopo Sinergikan Pencegahan Bencana di Hutan dan Pantai
