MAKASSAR, BKM — Empat partai baru tak mau ketinggalan dalam meramaikan kontestasi pemilihan wali kota Makassar. Mereka juga ikut mengelus siapa yang akan didorong pada pesta demokrasi 23 September mendatang.
Keempat partai politik tersebut masing-masing Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Garuda, dan Partai Berkarya.
Dua di antaranya sudah membidik calon jagoannya, yakni Munafri Arifuddin alias Appi.
Sekretaris DPW Perindo Sulsel Hilal Syahrim mengemukakan bila semuanya masih berproses. “Namun gambaran untuk dukungan kemungkinan mengarah ke Pak Appi. Tapi ini belum final, karena masih berproses di tingkat DPP,” ujar Hilal, Senin (10/2).
Hal sama dilontarkan Ketua DPW Perindo Sulsel Sanusi Ramadan. Kata dia, dukungan partainya masih berproses di DPP. “Iya, masih di pusat,” ujar Sanusi, kemarin.
Ketua PSI Kota Makassar Pablo juga mengaku jika partainya cenderung mendukung Munafri Arifuddin. “Sementara menunggu rekomendasi. Yang jelas, hasil kopdarsus PSI mengarah ke Pak Munafri Arifuddin,” jelasnya.
Adapun Partai Garuda hampir pasti memberikan dukungan kepada mantan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI alias Deng Ical. Ketua DPD Partai Garuda Sulsel Muhammad Ilham Abdullah memberikan gambaran bila partainya hampir pasti ke Deng Ical. “Datangki pada Sabtu tanggal 15 Februari jam 7 malam. Lihat dukungannya Partai Garuda,” ujar Ilham Abdullah, kemarin.
Hal berbeda disampaikan Ketua DPD Partai Berkarya Kota Makassar Yusuf Gunco. Yugo –sapaan akrabnya– mengaku bila partainya belum jelas akan mendukung siapa di pilwali Makassar nanti. “Belum jelas siapa yang akan didukung,” katanya.
Ketika didesak kecenderungan dukungan personal, mantan anggota Fraksi Golkar DPRD Makassar ini juga belum bisa memberikan kejelasan. “Nanti DPP yang akan menentukan,” kilahnya.
Dari empat partai tersebut, hanya Perindo dan Berkarya yang memiliki kursi di DPRD Makassar. Sementara Garuda dan PSI tidak memiliki wakil di parlemen Makassar.
Partai Perindo mengontrol dua kursi, sementara Partai Berkarya hanya satu kursi. Adapun syarat mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar minimal 10 kursi.
Besar Pengaruhnya
Soal kemampuan empat partai baru dalam memberikan dukungan kepada bakal calon wali kota Makassar mendatang mendapat tanggapan dari sejumlah akademisi.
Pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono, mengemukakan bila arah dukungan empat partai baru masih mencari sasarannya. Ada beberapa DPW/DPD partai yang sudah mengusulkan nama calon ke DPP partai masing-masing. Tapi ada juga yang belum.
“Khusus partai baru, meskipun belum dapat mengusung karena faktor jumlah kursi di parlemen, tapi sebenarnya sudah bisa menyatakan dukungannya kepada para bakal calon. Dukungan partai-partai baru bisa jadi besar pengaruhnya. Justru karena status baru itu, maka potensi untuk berjuang lebih progresif, semakin besar,” jelas Arief, kemarin.
Dosen komunikasi politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad, menilai jika partai baru menentukan pilihan berdasar prospek pengembangan partainya. “Kalau salah, koalisi berdampak pada prospek partai tersebut. Pengaruhnya belum signifikan,” ujarnya. (rif)
