Site icon Berita Kota Makassar

NA Janji Tiga Tahun Proyek Infrastruktur di Sulsel Tuntas

MAKASSAR, BKM–Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, berencana menyelesaikan proyek infrastruktur dalam jangka waktu tiga tahun tanpa memakan dana banyak dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel.
Nurdin menilai, peluang untuk tidak bergantung pada APBD sangat besar. Olehnya itu, pemprov melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) sedang mempelajari hal tersebut agar bisa mengimplementasikan terhadap proyek-proyek fisik di Sulsel.
Kuncinya kata NA sapaan akrab gubernur, yakni mendatangkan investor untuk membantu pembangunan sekaligus membackup anggaran yang diperlukan untuk membangun infrastruktur. Dengan begitu, biaya dan proses pengerjaannya akan menghemat budget APBD sekaligus mempercepat pembangunan.
Sejauh ini tambah Nurdin, anggaran untuk pembangunan direncanakan tiap tahun melalui APBD, adapula yang dibantu oleh anggaran negara jika masuk dalam program strategis nasional (PSN) dan sering pula disupport melalui anggaran yang ada di kabupaten/kota.
“Kita sudah mencoba support keuangan di daerah tapi masih tidak cukup. Jika menggunakan investor, kalau bisa kita selesaikan infrastruktur dalam jangka waktu tiga tahun kenapa harus menunggu 10-20 tahun,” kata Nurdin, Senin (17/2).
Nurdin menjelaskan, salah satu daerah di Sulsel yang memiliki luas wilayah yang besar ialah Kabupaten Bone. Olehnya itu, kehadirian Bank Pembangunan Daerah di daerah tersebut otomatis akan memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan jalan, yang sekaligus bisa memunculkan ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami terus mendorong bagaimana infrastruktur di Sulsel terselesaikan dengan cepat,” kata Nurdin.
Nurdin menyampaikan bahwa program pemerintah akan dilakukan secara bertahap, misalnya menyelesaikan masalah infrastruktur dulu, selanjutnya perekonomian dan bidang-bidang lainnya.
“Kita jangan lihat sisi negatifnya, bahwa kita akan menyediakan semuanya nanti nanti tidak lagi. Tidak begitu, stepnya beda karena setiap kepemimpinan daerah fokusnya tidak boleh ke infrastruktur saja,” tegasnya.
Sekadar diketahui, beberapa proyek yang dijanjikan Nurdin yang hingga saat ini belum terlaksana yakni pembanguan rest area, rumah sakit regional, pengaspalan jalan Bua-Rante Pao, jalan Tol Maminasata, SPAM Mamminasata, perbaikan Jalanan di Kecamatan Seko Luwu Timur, dan beberapa infrastruktur lainnya.
Terpisah, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, Miftchul Munir, mengatakan, balai jalan saat ini sedang membutuhkan dukungan untuk reservasi jalan nasional. Misalnya akses jalanan ke kawasan Wisata Toraja Bua-Rante Pao, perbaikan jalan di Seko, serta akses jalan kawasan wisata Malino yang rencananya akan sampai di puncak.
“Kami sampaikan bahwa di 2020 ini masih banyak PR yang harus dikerjakan. Kami butuh dorongan untuk percepatan, kalau ada perintah baru kami bisa merespon segera untuk melakukan penanganan,” kata Miftachul Munir.(nug)

Exit mobile version