ENREKANG, BKM — Rabu, 19 Februari 2020, Kabupaten Enrekang genap berusia ke-60. Sejarah telah mencatat perjalanan daerah yang dikenal dengan nama Massenrempulu ini.
Sejak abad XIV, Kabupaten Enrekang disebut Massenrempu yang berarti meminggir gunung atau menyusur gunung. Sedangkan kata Enrekang dari endeg, yang artinya ‘naik dari’ atau panjat. Dari kata itulah asal mulanya sebutan Endekan.
Namun masih ada versi lain. Dalam pengertian umum sampai saat ini, bahkan dalam administrasi pemerintah telah dikenal dengan nama ‘Enrekang’ versi Bugis.
Dengan kondisi geografisnya yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung, wajar jika Enrekang disebut sebagai daerah pegunungan. Dari luas wilayahnya sekitar 1.786,01 km2, gunung dan bukit mencapai 85 persen.
Sejak tahun 1960 hingga saat ini sudah tercatat 17 bupati yang memimpin daerah ini. Dimulai dari Andi Babba Manggopo pada periode 1960-1963, hingga pasangan Bupati Enrekang H Muslimin Bando dan Wakilnya Asman yang lantik 18 Oktober 2018.
Keduanya dipilih secara langsung oleh rakyat dengan perolehan suara 67,15 persen atau 77.586 suara. Dari 17 bupati yang memimpin Enrekang, H Muslimin Bando dan H Latinro La Tunrung tercatat dua periode menjadi bupati.
Pelantikan bupati Enrekang yang pertama dilaksanakan pada 19 Februari 1960. Momen inilah yang kemudian dijadikan dasar pembentukan Kabupaten Enrekang. Bentuk Enrekang berubah beberapa kali sebelum menjadi kabupaten.
Mulai dari nama Malepong Bulan sekitar abad XIV, yang meliputi tujuh kawasan yang lebih dikenal dengan ‘Pitu Massenrempu’, masing-masing Endekan, Kassa, Batu Lappa, Duri, Maiwa, Letta dan Baringin.
Sekitar abad ke XVI, kerajaan tersebut berubah menjadi Lima Massenrempulu yakni Endekan, Duri, Maiwa, Kassa dan kerajaan Batu Lappa dimasukan ke Sawitto. Sehingga kerajaan-kerajaan yang ada di dalamnya terpecah menjadi federasi, yakni Duri, Tallu Batu Papan, Endekan (Enrekang), Maiwa, Alla,Buntu Batu dan Malua.
Sejarah yang tak dapat dilupakan, bahwa dalam perjuangan atau pembentukan kewedanaan Enrekang (5 Swapraja) menjadi Daerah Swantara Tingkat II Enrekang atau Kabupaten Enrekang.
Dengan terbentuknya Daswati II Enrekang berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 tahun 1959, maka sebagai tindak lanjut pada tanggal 19 Februari 1960 dilantiklah H Andi Babba Manggopo sebagai bupati. Saat ini kabupaten Enrekang telah memiliki 12 kecamatan yang defenitif. Yaitu Kecamatan Enrekang, Maiwa, Anggeraja, Baraka, Alla, Buntu Batu, Masalle dan Kecamatan Baroko. Dari 12 kecamatan itu terdapat 129 desa dan kelurahan yaitu 17 kelurahan dan 112 desa.
Di masa kepemimpinan H Muslimin Bando, digelorakan Gerakan Membangun Enrekang Maju, Aman dan Sejahtera (Gerbang Emas). Sasarannya adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) seluruh masyarakat Enrekang. Pada saat bersamaan dilakukan pembangunan pada bidang infrastruktur. Sektor pendidikan juga jadi perhatian.
”Sejak dilantik menjadi bupati, visi misi saya yang utama adalah memberi peluang sebesar-besarnya bagi pegawai untuk melanjutkan pendidikannya. Caranya, dengan mengubah hari kerja dari 6 hari menjadi 5 hari. Sabtu dan Minggu libur. Itu kesempatan bagi pegawai untuk menuntut ilmu,” ujar Muslim Bando dalam sebuah kesempatan. (her/c)
Di Usia 60 Tahun, Enrekang Sudah Dipimpin 17 Bupati
