Site icon Berita Kota Makassar

Biringkanaya Menjadi Pusat Ekonomi Baru

MAKASSAR, BKM–Ke depan Kecamatan Biringkanaya akan menjadi pusat kawasan ekonomi baru di wilayah timur Kota Makassar. Saat ini Pemkot Makassar bersama Pemerintah kecamatan Biringkanaya menggodok rencana detail tata ruang (RDTR).

Bahkan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, telah memaparkan rencana tata ruang dan tata wilayah Kecamatan Biringkanaya 2020-2040 mendatang di depan Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/ BPN, Abdul Kamarzuki. Presentase dilakukan di Hotel Sheraton Grand Jakarta.
Iqbal mengemukakan, pemaparan tersebut disampaikan sebagai salah satu rangkaian dari perjuangan Pemerintah Kota Makassar dalam melahirkan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) terkait rencana pengembangan Kawasan Biringkanaya sebagai kawasan yang maju dan berkualitas.
Pihaknya berharap Kementerian ATR/BPN secepatnya dapat memberikan persetujuan, sehingga bisa mempercepat dalam pembuatan kebijakan strategis, khususnya dalam mempercepat laju investasi dan juga pertumbuhan infrastruktur yang strategis di Kawasan Biringkanaya.
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) ini nantinya akan menjadi payung hukum terhadap pengembangan Biringkanaya di masa depan.
“Mengingat potensi ekonomi yang dimiliki, termasuk ikut memudahkan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur nasional ke depan,”jelas Iqbal.
Sementara itu, Team Leader penyusunan RDTR Kawasan Biringkanaya, Irwan Anwar Said, yang juga ikut mendampingi Iqbal Suhaeb menjelaskan sejumlah kawasan penting yang tertuang dalam RDTR tersebut.
Sejumlah pembagian kawasan di Biringkanaya telah dipetakan. Diantaranya Smart Sudiang Hub yang berlokasi di Kelurahan Sudiang. Kawasan itu akan pengembangan pusat perdagangan dan jasa skala kota, perkantoran dan pergudangan, perumahan, serta pelayanan umum.
Sementara di Kelurahan Bakung, akan menjadi kawasan Bakung Limites Aerospace. Yakni pengembangan perumahan kepadatan rendah, perdagangan dan jasa, serta pelayanan umum skala kota, khususnya pendidikan.
Pai Green Kanaya di Kelurahan Pai, yaitu pusat perdagangan dan jasa, serta Daya Globally Connected di Kelurahan Daya, sebagai pusat perdagangan industry.
Sementara itu untuk kawasan perumahan lainnya yakni Gateway to Future/City in Kanaya di Kelurahan Berua, Katimbang For families di Kelurahan katimbang, Center of Activity di Kelurahan Paccerakkang, Happiness Delivered, di Kelurahan Sudiang Raya, serta House of Hope / bringing you home di Kelurahan Laikang.
Ditambahkan, RDTR Kawasan Biringkanaya sudah dilengkapi dl kajian lingkungan hidup strategis, termasuk membicarakan TPS3R atau Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (mengurangi – menggunakan – daur ulang).
“RDTR ini sudah berbasis OSS (online single subbmission), yakni bagian rencana detail kawasan yg komprehensif dan terekam secara baik jejak spatial digitalnya ketika ijin diajukan ke PTSP” ujar Irwan.
Sementara itu, Camat Biringkanaya, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan, RDTR ini guna menuju pengembangan kawasan Bandara sebagai kawasan aerocity atau kawasan perekonomian di wilayah timur.
“Biringkanaya memang sengaja di pilih pak wali untuk menjadi kawasan pengembangan perkotaan. Dibanding kecamatan lain. Biringkanaya ini punya prospek tinggi dari segi ekonominya, karena kami punya kawasan pergudangan, kawasan kuliner, kawasan perbelanjaan, perumahan dan industri perhotelan. Makanya Biringkanaya cocok sebagai kawasan aerocity,” ungkapnya, Rabu (19/2).
Lebih jauh, kata Andi Syahrum, kawasan aerocity atau pengembangan kawasan bandara untuk Kecamatan Biringkanaya mempunyai banyak keunggulan dan manfaat untuk masyarakat, khususnya yang berbatasan langsung dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Sebab kawasan tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai industri.
“Kita sementara rancang seperti apa modelnya. Tapi dari bandara Internasinal Sultan Hasanunuddin sebagai pusatnya nantinya. Karena memang konsep kawasan ini akan memanfaatkan industri pergudangan (KIMA), lapangan golf Baddoka, sarana olah raga Gor Sudiang, Asrama Haji Sudiang dan sarana hunian serta hotel,” jelasnya.(rhm-ita)

Exit mobile version