Site icon Berita Kota Makassar

Gagas Konsep SI-JANTUNG RS, Dosen STIKes Panakkukang Raih Doktor di UNM

MAKASSAR, BKM — Standar pedoman penyediaan layanan rumah sakit saat ini telah ada, namun sistemnya belum berjalan lancar. Data rekam medis mengalami keterlambatan karena petugas sulit menelusurinya. Hal tersebut ditemukan di RSUD Haji Makassar.

Karena itu, Muhammad Thabran Talib menggagas model pelayanan rekam medis komprehensif untuk meningkatkan mutu pelayanan rekam medis di rumah sakit. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Panakkukang Makassar ini pun menuangkannya dalam disertasi untuk meraih gelar doktor.

Ia mempertahankan riset disertasi dengan judul; Implementasi Kebijakan Pelayanan Rekam Medis (Studi Kasus Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar), dalam sidang ujian promosi doktor di Aula Lantai Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM), Kamis (20/2).

Sidang ujian promosi dipimpin Prof Dr Hamsu Abdul Gani,MPd, dengan anggota Prof Dr Rifdan,MSi, Prof Dr Jasruddin,MSi, Dr dr Andi Alfian Zainuddin,MKm, Prof Dr Haedar Akib,MSi, Prof Dr Najib Bustan,MPH, Dr Rismawaty,MSi, dan Prof Dr dr M Alimin Maidin,MPH.

Temuan penting dari riset yang dilakukan Thabran Talib adalah menggagas prototipe model dengan akronim SI-JANTUNG RS, yaitu sistem informasi-jelas, akurat, nyata, tepat, utama, bernilai, berguna di rumah sakit.

Menurut Thabran, pelaksanaan kegiatan pengelolaan rekam medis pasien harus dipercepat agar tidak menumpuk dan membebani tenaga perekam medis.

”Kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan pengelolaan rekam medis pasien harus diatasi dengan perencanaan manajemen SDM yang matang oleh jajaran manajemen rumah sakit,” ujarnya.

Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi dewan penguji, Ketua Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Panakkukang itu pun dinyatakan lulus dengan IPK 3,93 dan predikat kelulusan pujian (cumlaude).

Prof Dr Rifdan,MSi selaku promotor dan Kaprodi S-3 Ilmu Administrasi Publik sangat bangga atas keberhasilan mahasiswanya meraih gelar doktor dengan mengkaji sistem pelayanan publik di rumah sakit.

Menurut Guru Besar FIS ini, mahasiswa dan alumni prodinya berasal dari berbagai profesi, seperti dokter, dosen, bupati, TNI, kepolisian, politisi, dan pengusaha. ”Peminat prodi sangat beragam,” katanya. (rls)

Exit mobile version