MAKASSAR, BKM — Hujan dengan intensitas cukup tinggi kembali mengguyur Kota Makassar beberapa hari terakhir. Warga, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan tergenang kembali was-was dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana.
Sejumlah instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan aparatnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Khususnya dalam memberi pertolongan dan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Rusli, mengemukakan sejauh ini belum ada laporan terkait wilayah yang terdampak banjir cukup ekstrem. Berbeda saat hujan deras yang mengguyur Makassar awal tahun lalu.
Namun, kata dia, pihaknya tetap mewaspadai kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi, jika intensitas hujan ke depan semakin tinggi dan Makassar terus menerus diguyur hujan.
Dia menyebut, di Makassar ada tiga kecamatan yang rawan banjir. Yakni Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.
“Tiga kecamatan itu paling diwaspadai jika intensitas hujan cukup besar karena rawan banjir,” ungkapnya.
Sejauh ini, katanya, BPBD telah membentuk tim penanggulangan banjir. Pihaknya juga sejak dini menyiapkan berbagai peralatan penyelamatan. Namun sayang, hanya ada delapan perahu karet yang dimiliki BPBD untuk melayani 15 kecamatan. Itupun hanya dua unit yang dalam kondisi baik.
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, mengimbau warga senantiasa waspada menghadapi cuaca yang cukup ekstrem. Dia juga meminta instansi dan stakeholder terkait senantiasa stand by jika dibutuhkan warga seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sejumlah upaya juga sudah dilakukan untuk meminimalisir genangan di beberapa wilayah. Di antaranya dengan melakukan pengerukan sedimentasi agar saluran drainase bisa berfungsi secara maksimal.
Pihaknya juga sudah melakukan pemantauan di beberapa wilayah, utamanya yang rawan banjir untuk mengetahui langkah-langkah apa yang bisa dilakukan di sana.
“Kalau ada saluran drainase yang rusak, kita programkan perbaikan. Kalau ada yang dipenuhi sampah dan sedimentasi, kita lakukan pembersihan dan pengerukan,” tandasnya.
Warga Jual Rumah
Kondisi air di Kelurahan Katimbang dan Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya pasca hujan yang menguyur dua hari ini mulai surut. Ketinggian air yang sebelumnya mencapai lutut orang dewasa, kemarin tinggal semata kaki.
Nasrul, warga di Perumahan Kodam 3 Kecamatan Biringkanaya, mengaku kondisi ini sudah rutin terjadi tiap tahun. Mereka sudah siap siaga jika hujan terjadi seperti dua hari belakanga. Seperti pada Selasa (18/2), air sudah naik mencapai lutut orang dewasa.
“Kemarin itu (banjir) di jalan keluar (jalan poros Paccerakkang). Kalau di sini airnya sampai betis, karena jalan sudah di paving blok. Kita sudah tahumi kalau sudah tidak berhenti hujannya, pasti banjir lagi di sini,” ujar Nasrul yang ditemui, Rabu (19/2).
Karena seringnya terjadi banjir di wilayah tersebut, sudah ada beberapa warga yang meninggalkan rumahnya ataupun memilih menjual huniannya. “Sudah banyak yang pilih pindah. Kita ini (bertahan) karena tidak ada pilihan lain,” ucapnya.
Terlihat pula satuan tim dari kecamatan biringkanaya turun meninjau lokasi pemukiman warga di Kelurahan Katimbang dan Daya yang sering banjir apabila hujan tiba. Dipimpin langsung Kasi Trantip Kecamatan Biringkanaya Syaripuddin.
Menurut Syaripuddin, pihaknya menerjunkan timnya untuk membantu warga yang masih terdampak banjir, danmeninjau lokasi yang masih tergenang.
“Kita mau pantau lokasi yang memang sering terjadi banjir. Tapi sejauh ini masih aman-aman saja. Tim juga kita minta siap siaga 24 jam jika hujan instens kembali turun,” imbuhnya. (rhm-ita)
