MAMUJU, BKM — Saat ini ada lima isu strategis yang mendapat perhatian pemerintah daerah beserta unsur pimpinan terkait di Sulawesi Barat. Semua pihak harus terlibat dalam menciptakan suasana yang kondusif.
Kelima isu tersebut, yakni persiapan pelaksanaan pilkada bupati wan wakil bupati serentak di empat kabupaten, yaitu Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Antisipasi masuknya virus corona di Sulbar. Rancangan Undang-Undang Omnibus Law yang mengatur regulasi ketenagakerjaan.
Disusul indeks demokrasi Indonesia (IDI) Sulbar yang meliputi aspek kebebasan sipil, hak-hak politik dan institusi demokrasi, serta standardisasi. Terakhir adalah adalah sistem penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) yang masih tinggi, serta berakibat pada minimnya sumber daya manusia di Provinsi Sulbar yang dapat terjaring.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar pada pembukaan rapat koordinasi (rakor) forum pimpinan daerah (Forkopimda) di Ruang Pola Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (19/2). Wagub Enny Anggraeni Anwar dan Sekprov Muhammad Idris hadir dalam pertemuan ini.
Dikatakan Ali Baal, dibutuhkan masukan dan saran dari para anggota forkopimda serta pemangku kepentingan terkait yang sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing. ”Dalam menjaga stabilitas kondisi wilayah Sulbar, sangat penting melakukan langkah-langkah antisipasi terkait isu strategis dan pelaksanaan agenda nasional yang akan dilaksanakan,” ujarnya.
Wagub Hj Enny Anggraeni Anwar mengatakan, rapat koordinasi ini merupakan salah satu rangkaian dalam memajukan Provinsi Sulbar. Sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan menjadi momen dalam menyelesaikan segala permasalahan dan hambatan yang sedang atau yang akan dialami nantinya.
”Pertemuan kita semua di sini menjadi salah satu momen dalam membangkitkan semangat juang dalam membangun daerah. Hal ini perlu kita berikan apresiasi yang besar,” ucap Enny.
Enny juga meminta agar lebih berfokus pada perkembangan penyebaran virus corona yang sudah menjadi isu dunia internasional. Menurutnya, Pemprov Sulbar telah melakukan berbagai upaya dalam bentuk pencegahan virus mematikan itu,.
Dirinya selaku wagub, bersama kepala Dinas Kesehatan telah terjun langsung melakukan pengecekan ruang isolasi bagi masyarakat Sulbar yang terindikasi virus tersebut.
“Kiranya seluruh unsur pimpinan terkait dapat bersatu padu dalam menghadapi permasalah serius ini. Karena dari data yang ada, Sulbar memiliki beberapa pintu masuk bagi warga asing. Salah satunya kantor PLTS yang ada di Belang-belang, Kabupaten Mamuju. Jadi perlu dilakukan antisipasi tingkat tinggi dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona itu, dikarenakan ada beberapa masyarakat Sulbar yang melakukan aktifitas di negeri Cina yang sudah dikembalikan ke Sulbar. Untuk saat ini semuanya negatif terjangkit virus itu,” tandasnya.
Ketua DPRD Sulbar St Suraidah Suhardi mengatakan, hasil dari rapat forkopimda tersebut merupakan salah satu penentu kebijakan-kebijakan yang ada di DPRD ke depan. Karena itu dibutuhkan koordinasi yang baik dalam membangun koneksi antara satu dengan yang lain, sehingga dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi warga Sulawesi Barat.
“Saya berharap apa yang telah dibahas dan disepakati dapat menjadi program, serta dapat terus disinkronkan di DPRD,” ucap Suraidah. (ala/c)
Lima Isu Strategis Jadi Perhatian di Sulbar
