Site icon Berita Kota Makassar

Dosen Universitas Borneo Tarakan Raih Doktor di UNM, Ini Hasil Risetnya

MAKASSAR, BKM — Konflik sosial pernah terjadi di kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada 27 September 2010 antara dua etnis lokal dan migran. Penyebabnya adalah kesalahpahaman di antara keduanya.

Hal itu mendasari dilakukannya riset oleh Arifin, untuk mengembangkan suatu bahan ajar berbasis pendidikan multibudaya. Produk disertasi berupa bahan ajar bahasa Inggris untuk kebutuhan siswa menengah atas.

Riset disertasi Arifin dipertahankan di depan sidang ujian promosi doktor untuk meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris di Aula Gedung AD Lantai 5 PPs UNM, Senin (24/2). Dosen Universitas Borneo, Tarakan ini mengembangkan bahan ajar dengan judul disertasi: Developing Multicultural Education Learning Materials For Teaching English at Indonesian Senior High School.”

Sidang ujian promosi dipimpin Prof Dr Anshari,M.Hum, dengan anggota Prof Dr Haryanto,MPd, Prof Drs Muhammad Basri,MA,PhD, Prof Dr Kisman Salija,MPd, Iskandar,MA,PhD, Dr Sahril,M Hum., dan Dr Zoul Milal,MPd.

Dengan menggunakan pengembangan model Thiagrajan (4D), produk bahan ajar dinyatakan valid, efesien, dan efektif digunakan setelah diujicoba dan didesiminasikan.

Arifin yang pernah menjadi peserta Sandwich Program in 2018 at Northern Illionis University, USA ini menegaskan bahan ajar berbasis pendidikan multibudaya memiliki impact positive pada prestasi belajar siswa.

”Siswa berpendapat bahan ajar memiliki materi sangat bagus dan dapat memperkaya budaya siswa. Hal ini didukung pendapat para ahli penilai bahan ajar yang disusun,” ujarnya.

Para ahli menilai bahan ajar berbasis pendidikan multibudaya Indonesia dapat menggantikan buku teks yang dipakai di sekolah. Guru berperan memberi pemahaman perspektif pengetahuan multibudaya secara teori dan praktik.

Seusai menjawab semua bantahan dan sanggahan dewan penguji, Arifin dinyatakan lulus dengan IPK 3,90 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni ke-851 PPs dan ke-55 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Ketua Prodi Prof Drs Muhammad Basri,MA,PhD mengakui ketekunan dan kecerdasan Arifin dalam mengikuti perkuliahan, terutama dalam menyusun bahan ajar yang sangat bermanfaat bagi menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. (rls)

Exit mobile version