Site icon Berita Kota Makassar

Lima Penumpang Jolloro Belum Ditemukan

PANGKEP, BKM — Sepekan pasca-jolloro tenggelam, seorang juragan dan 4 ABK hingga saat ini belum ditemukan. Perahu (jolloro) naas ini tenggelam saat berlayar dari pulau Sanane di kepulauan kecamatan Liukang Tangaya Pangkep dengan tujuan kabupaten Bima, Provinsi NTB, sekitar pukul 10.30 wita, Senin(17/2).
Informasi tenggelamnya jolloro ini disampaikan Asri, salah seorang warga Pulau Sanane, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Rabu(18/2). Warga ini melaporkan, sampai sekarang juragan jolloro, jumehan bersama 4 sawinya berangkat dari Pulau Sanane dengan menggunakan perahu jolloro tujuan Pelabuhan Bima.
”Sampai sekarang kelima penumpang jolloro tersebut belum diketahui keberadaannya,” ujar Asri.
Berdasarkan keterangan dari Asri, kapal bertolak dari Pulau Sanane, Senin(17/2) sekitar pukul 10.00 wita. Seorang juragan kapal jolloro, Jumehan bersama 4 ABK berangkat dengan menggunakan perahu jolloro tujuan Pelabuhan Bima (NTB) dengan jarak tempuh sekitar 110 mil atau 24 jam .
Sampai sekarang, jolloro ini belum tiba di Pelabuhan Bima dan tidak ada informasi dari kelima orang tersebut melalui telepon maupun SSB. Kelima orang penumpang kapal jolloro yang sampai sekarang belum diketahui keberadaanya, yakni Jumehan(30) sebagai juragan jolloro, Rani (17), warga Pulau Sanane, Ahmad (17), warga Bantaeng, Rudi (15) asal Pulau Sanane, dan Umbu(16) asal Bima NTB.
Kapolsek Liukang Tangaya, AKP Supriadi yang dihubungi Minggu (23/2), membenarkan adanya peristiwa ini. ”Pihak Polsek saat ini menjalin kerjasama dengan Satpolair Polres Pangkep dan Polair Bima untuk melakukan pencarian dengan menggunakan sarana kapal kayu bersama keluarga korban untuk melaksanakan pencarian,” kata Supriadi.
Supriadi juga menjelaskan, pihaknya terus berupaya melakukan pencarian dengan menyisir jalur pelayaran dari Pulau Sanane, Desa Sabalana menuju Pelabuhan Bima.
”Selain itu, kita juga menyebarluaskan berita ke kapal-kapal nelayan, apabila berlayar pada jalur tersebut dan menjumpai kapal korban di maksud agar memberikan pertolongan,” jelasnya.
Pengakuan serupa juga diungkapkan Kasatpolair Polres Pangkep, Iptu Deki Marisaldi. Kelima nelayan itu sampai sekarang belum dìtemukan. ”Meski begitu koordinasi dan upaya pencarian masih terus dilakukan,” ujar Deki. (udi/mir/c)

Exit mobile version