Site icon Berita Kota Makassar

Pasca Viral di Medsos Gubuk Plastik Dg Nappa Akhirnya Dibongkar

GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Sosial serta Pemerintah Kecamatan Bontonompo, Pemerintah Desa Katangka sigap menangani keluarga Hasri Dg Nappa (50) yang tidak memiliki rumah layak huni.

Selama kurang lebih delapan tahun, Dg Nappa yang menghidupi istrinya Fatmawati Dg Te’ne (40) serta lima orang anaknya dengan berharap bantuan para tetangga. Kini, mereka segera memiliki rumah layak huni melalui program bedah rumah, setelah Camat Bontonompo Wahyuddin MP, Kades Katangka, Muh Nur Alam dalam dua hari ini melakukan kunjungan ke gubuk plastik Dg Nappa yang sempat viral beberapa hari di Medsos tersebut.

Kesigapan Pemkab Gowa ini disebabkan kondisi kehidupan keluarga Dg Nappa viral di facebook yang mengisahkan kemirisan hidupnya tanpa makan dua hari. Sehingga meminta pinjam beras seliter kepada tetangganya.
Padahal, postingan keluhan penderitaan itu menurut Dg Nappa tidak pernah dilakukannya.

Karena viral, membuat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memerintahkan kepala Dinsos, camat Bontonompo dan Kades Katangka untuk mericek kebenaran postingan viral itu di lokasi tempat tinggal Dg Nappa di Dusun Tabbuakkang, Desa Katangka.

Bupati Adnan meminta diricek segera kebenarannya disebabkan keluarga Dg Nappa tercatat sebagai peserta PKH yang menerima bansos berupa uang dari PKH sebesar Rp 2,7 juta per tahap dalam dan sudah berjalan di tahun ke empat kepesertaannya.

Seperti dikatakan Kadis Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol, Jumat (21/2), Dg Nappa terdaftar dalam kepesertaan PKH (pembinaan keluarga harapan) yang secara rutin menerima bantuan dana pembinaan.
Juga menjadi peserta KIS (Kartu Indonesia Sehat) serta KIP (Kartu Indonesia Pintar) serta Program Sembako yang dulu bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Syamsuddin Bidol mengatakan Dg Nappa selama ini sudah mendapat perhatian dari pemerintah dengan pemberian Bansos.
”Dg Nappa merupakan peserta PKH sejak 2016 dan saat ini sudah masuk tahun keempat sebagai peserta. Dengan kategori yang ada, Dg Nappa ini rutin menerima bantuan sosial sebesar Rp2.475.000 per tahap dengan empat tahap,” jelas Kadis Sosial saat dikonfirmasi.

Dijelaskan Kadis Sosial, Dg Nappa merupakan pindahan dari Kota Makassar pada 2013 lalu dan sekarang tinggal bersama istri dan lima orang anaknya di Gowa. ”Inilah yang membuat keluarga tersebut menerima Program Keluarga Harapan Rp2.475.000 dengan kategori itu. PKH itu bisa digunakan untuk anak sekolah, bisa dibelikan baju sekolah, bisa dibelikan kasur untuk tempat tidur, balita dibelikan susu,” jelas kadis.

Pendamping PKH tiap bulan pun melakukan edukasi pemanfaatan Bansos agar arahnya sesuai program nasional bisa sesuai dengan peruntukannya. Itulah program keluarga harapan. Dimana tujuan dari program ini agar keluarga yang jadi peserta diharapkan bisa mandiri. 

”Dia juga penerima BPNT yang sekarang berubah nama menjadi Program Sembako dengan nilai bantuan sebesar Rp 150.000, yang diwujudkan dalam bentuk 10 Kg beras tambah telur dan ayam setiap bulan,” jelas Kadis.

Camat Bontonompo, Wahyuddin MP dan Kepala Desa Katangka Muhammad Nur Alam langsung melakukan evaluasi terhadap keluarga pra sejahtera tersebut.
”Memang kondisi keluarga Dg Nappa memprihatinkan, selain kategori sebagai keluarga pra sejahtera yang bersangkutan juga tidak memiliki rumah layak huni karena tidak memiliki lahan untuk membangun rumah,” Wahyuddin, Sabtu (22/2) pukul 09.00 Wita di sela pembongkaran gubuk plastik Dg Nappa.
(sar/mir)

Exit mobile version